Senin, 08 April 2013

Kualitas Jagung dalam Negeri Perlu Ditingkatkan


Kualitas Jagung dalam Negeri Perlu Ditingkatkan

Guna  mengetahui tingkat ketersediaan  sekaligus memastikan kemampuanpemenuhan permintaan jagung terutama untuk pakan ternak, sebuah tim  telah melakukan monitoring lapangan produksi dan stok jagung   di Provinsi Jawa Timur, baru –baru ini.  Tim monitoring ini melibatkan  Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten Lingkup Provinsi Jawa Timur, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen P2HP, Ditjen Peternakan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapeti-Kemendag), Pusdatin, Perwakilan dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) yang terdiri dari: Charoen Pokphand Indonesia, Japfa Comfeed Indonesia, Sierad Produce. Selain melakukan pertemuan dan diskusi, tim tersebut juga melakukan monitoring stok jagung di  sentra jagung  Jawa Timur yakni  Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan.
Tim melakukan pengumpulan data dan informasi di seputar luas panen dan perkiraan produksi bulan Maret – April 2013, kapasitas gudang/silo jagung yang ada, kapasitas produksi pabrik pakan, kondisi pertanaman dan pola distribusi dan pola tanam jagung di kedua kabupaten tersebut.  

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, tim menyimpulkan bahwa perkiraan produksi jagung periode Maret – April 2013 di Jawa Timur sekitar  947 ribu ton,  sedangkan kebutuhan pabrik sebesar  328.000 ton/bulan.Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua produksi jagung Jawa Timur terserap oleh pabrik pakan. Ini terutama akibat  selisih harga jual  yang cukup tinggi, sehingga banyak produksi jagung  Provinsi Jawa Timur mengalir ke daerah lain.
Sementara itu, populasi ayam petelur di Jawa Timur kini mencapai sekitar 30 juta ekor (nasional 110 juta ekor)dengan kebutuhan pakan ayam petelur per bulan 54 ribu ton. Kebutuhan pabrik untuk mencukupi pakan di luar ayam petelur 274 ribu ton sementara total kebutuhan Jatim rata-rata 328 ribu ton/bulan).

sumber :
Berita http://tanamanpangan.deptan.go.id/index.php/berita/detail/120