Selasa, 09 April 2013

Kebun Jagung di Kawasan Kawanan Gayo Lues Terancam Gagal Panen


Petani Jagung Terancam Gagal Panen

BLANGKEJEREN - Seribuan petani jagung di salah satu sentra produksi, kawasan Kabupaten Gayo Lues (Galus) terancam gagal panen pada musim tanam saat ini yang dinilai tidak tepat. Bupati Gayo Lues (Galus), Ibnu Hasim yang terus menggalakkan penanaman jagung, seperti Gorontalo menilai musim tanam saat ini salah, karena bertepatan dengan musim kemarau. Dilaporkan, ratusan hektare lahan jagung yang ditanam dari awal Maret 2013 sampai April 2013, sebagian sudah layu, bahkan ada yang mati. Negeri Seribu Bukit itu terus didera kemarau dalam beberapa pekan terakhir ini, sehingga para petani sangat mengharapkan hujan turun, sehingga tanaman bisa kembali tumbuh dengan baik.

Berdasarkan pantauan Serambi dalam beberapa hari terakhir ini, tanaman jagung yang mulai layu dan mati ditemui di sebagian perkebunan milik warga Desa Bui, Kedah, Beranang dan Penosan dalam Kecamatan Blangjerango. Demikian juga di sebagian wilayah Kecamatan Kutapanjang, Blangpegayon dan  Blangkejeren.

“Cuaca terik dan panas tanpa hujan dalam beberapa hari terakhir ini, telah menyebabkan tanaman jagung berumur dua bulan ke bawah layu dan mati dan dikhawairkan seratusan hektare tanaman jagung milik petani akan gagal panen,” kata Ridwan, salah seorang petani jagung di Kecamatan Kutapanjang, kepada Serambi, Rabu (3/4).

Dia berharap, hujan segera turun, sehingga selain jagung, tanaman padi juga tidak akan mengalami gagal panen. “Kalau hujan turun, tentu tanaman yang mulai layu itu akan pulih kembali,” sebut Ridwan dibenarkan sejumlah petani Kecamatan Blangjerango lainnya.

Sementara Bupati Galus Ibnu Hasim, yang dihubungi secara terpisah menegaskan saat ini bukannya musim tanam (MT), tetapi musim panen dan pengeringan lahan. Dia menjelaskan, pola tanam jagung seharusnya disesuaikan dengan musim, sehingga kerugian dapat diperkecil dan tidak seperti saat ini, tanaman terancam mati serta akan gagal panen.

“Bulan April ini merupakan musim panen dan pengeringan, bukan musim tanam, sehingga petani yang menanam pada pertengahan bulan Maret hingga awal April 2013, dikhawatirkan akan gagal panen, karena tanaman layu dan mati,” ujar Ibnu Hasim.

Ibnu Hasim menyatakan musim tanam jagung yang tepat dan strategis, pada Januari hingga Februari 2012. Untuk tahap kedua, pada Juni hingga September 2013, karena mulai masuk musim hujan dan bukan pula saat panen. “Saat ini, banyak tanaman jagung milik para petani dan masyarakat yang sudah layu dan kering,” ujar Ibnu Hasim. 
(sumber :  aceh.tribunnews.com) via www.pasarjagung.com