Jumat, 21 Februari 2014

Harga Jagung Akan Jatuh Sepanjang Tahun 2014

Harga jagung internasional akan menurun menjadi rata-rata $ 3,90 per bushel pada tahun pemasaran 2014-2015, terjadi penurunan hampir 15% dibanding harga pemasaran tahun lalu yang rata2 mendapat harga  $ 4,50 per bushel, Departemen Pertanian AS mengatakan Kamis dalam sebuah laporan.

Jika per bushel jagung adalah sama dengan 25,425 kg jagung dengan kadar air 15,5% , berapa harga jagung Anda yang biasanya hanya berkualitas kadar air 18% - 20% ?
Dengan asumsi 1 bushel = 25,425 kg, berarti harga rata rata jagung di tahun 2014 ini diproyeksikan sebesar 1.780 rupiah per kilo untuk jagung dengan KA 15,5%. 
Jika anda menjual jagung dengan standar KA 17%, akan mendapatkan hrg rata2 sebesar 1.750 rupiah per kilogram.

Harga Jagung Di Indonesia

Itu adalah analisa perhitungan harga jagung dengan patokan harga internasional, lalu berapa harga jagung yang akan diperoleh petani jagung Indonesia disepanjang tahun 2014 ini ? 
Bersyukurlah bahwa dari aspek harga sebenarnya kita petani jagung di Indonesia "lebih kuat" dibandingkan petani jagung di Amerika. Hal ini karena produksi jagung di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan kebutuhan nasional terhadap jagung, sehingga petani jagung Indonesia masih mempunyai daya tawar yang cukup baik dalam hal harga jual.

Permasalahannya adalah, industri nasional yang membutuhkan jagung pasti akan melakukan impor karena harga jagung impor akan lebih murah dibandingkan harga jagung lokal. Bukan hanya lebih murah, tapi jagung impor mempunyai kualitas yang lebih bagus dibanding jagung lokal. So apakah  kita boleh menyalahkan raksasa industri feedmill yang melakukan impor jagung itu ? 

Menurut analisa bns, harga jagung di Indonesia dengan standar KA 17% masih dapat bertahan pada harga diatas 2.500 per kg di tingkat petani. 
Semoga petani jagung Indonesia tetap optimis dalam menghadapi tekanan harga ini.

Untuk meningkatkan pendapatan dari pertanian jagung, ada 2 hal penting yang dapat dilakukan petani yaitu :
1. Meningkatkan hasil panen dengan memperhatikan parameter usaha bertani jagung
2. Meningkatkan kualitas jagung dengan cara memperhatikan kadar air, kadar jamur, dan kadar kototan pada jagung yang akan dijual.

Selain melaporkan perihal harga jagung, USDA juga menyampaikan proyeksi harga untuk komoditi kedelai, gandum dan kapas.
Harga kedelai terlihat rata-rata $ 9,65 per bushel, turun dari $ 12,70 per bushel pada 2013-2014, 
sementara gandum terlihat rata-rata $ 5,30 per bushel dibandingkan $ 6,80 tahun sebelumnya, menurut pemerintah.
Harga kapas akan jatuh ke 68 sen per pon, turun dari 76 sen pada 2013-2014, kata USDA. Harga beras akan turun sedikit ke $ 15,90 per 100 pounds, kata lembaga itu.

refeensi berita : Tony C. D - USDA

10 Parameter Penentu Hasil Panen Jagung

Margin keuntungan untuk penanaman jagung diproyeksikan akan lebih rendah pada tahun 2014 ini dan petani akan lebih tertarik pada program dan komoditi lain yang akan meningkatkan hasil dan keuntungan mereka. 

Mengapa keuntungan bertani jagung bisa mengalami penurunan ?
Selain karena harga jagung di pasaran yang diproyeksikan stabil rendah di sepanjang tahun 2014 ini, petani juga berhadapan dengan masalah teknis bertanam, kondisi tanah, dan cuaca yang sangat berpengaruh pada tingkat hasil panen jagung yang mereka usahakan. 

Sebelum memutuskan apakah akan beralih menanam komoditi non jagung di tahun 2014 ini, marilah kita luangkan waktu untuk melihat beberapa parameter kunci untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi pada jagung yang anda tanam.
Ada beberapa hal yang jika dilakukan dengan benar akan memberikan hasil panen jagung yang sangat baik.
Chad Lee ahli pertanian dari University of Kentucky memberikan acuan 10 parameter sebagai chekcklist dalam usaha mendapatkan panen jagung yang baik.

10 Parameter Penentu Hasil Panen Jagung

1. Tanah produktif  
( humus dalam, kesuburan memadai, tidak ada pemadatan, drainase yang sangat baik)
2.  Curah hujan atau irigasi tepat waktu dan memadai.
3. Menggunakan benih varietas yang baik 
( produktivitas tinggi, ketahanan penyakit yang sesuai dengan lokasi penanaman )
4. Rotating jagung dengan tanaman lain
5. Menanam pada waktu yang tepat ( kondisi tanah yang baik dan prakiraan menguntungkan mungkin lebih penting daripada kalender )
6. Menggunakan populasi yang sesuai 
7. Menerapkan N yang memadai ( pemantauan kerugian, menyesuaikan nanti jika mungkin )
8. Bisa mendapatkan 95% sinar matahari di sekitar lahan penanaman jagung (tahap pertumbuhan R1)
9. Mendapatkan pengendalian gulma yang baik ( lakukan pemberantasan gulma sebelum mereka tumbuh lebih tinggi dari 10 cm )
10. Peka terhadap adanya penyakit dan hama ( membuat keputusan manajemen berdasarkan fakta di lapangan dan prakiraan).

Jika semua parameter ini bekerja untuk Anda, maka hasil yang tinggi tentu akan mengikuti. 
Sebagai petani kita biasa berencana untuk musim mendatang, coba bandingkan catatan Anda dengan 10 checklist paramener diatas. 
Apakah Anda melakukan semua hal dengan benar dan pada waktu yang tepat ? Apakah Anda memiliki masalah pemadatan tanah atau masalah drainase ? 
Apakah Anda memiliki tanah yang lebih rentan terhadap kekeringan ? 
Pikirkan tentang tindakan parameter apa yang telah Anda lakukan dengan sangat baik dan melihat bagaimana praktek-praktek tersebut dibandingkan dengan orang-orang disekitar Anda. 

Jika Anda memiliki ide-ide tentang apa lagi yang mungkin diperlukan dalam sistem hasil tinggi dalam pertanian jagung, marilah kita saling berbagi pengalaman dan pengetahuan agar dapat menjadi bahan pembelajaran oleh kami petani jagung. 

Senin, 17 Februari 2014

Ternyata, Banyak Sekali Manfaat Makan Jagung

Jagung adalah makanan yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan masakan. Entah direbus, dipanggang, atau ditumis, jagung tetap lezat dan memberi banyak manfaat kesehatan. 

Simak selengkapnya tentang manfaat mengejutkan dari jagung bagi kesehatan seperti yang dilansir dari Boldsky berikut ini. 

Melancarkan pencernaan 
Jagung kaya akan serat yang membantu proses pencernaan. Menurut penelitian, satu porsi jagung sudah memenuhi kebutuhan 10 persen serat setiap hari.

Baik bagi ibu hamil 
Ibu hamil perlu mengonsumsi jagung. Sebab makanan ini kaya akan asam folat. Sementara asam folat sendiri adalah nutrisi yang diperlukan untuk menurunkan risiko bayi lahir cacat. 

Menyehatkan mata 
Mengonsumsi jagung setiap hari juga mampu menyehatkan mata. Pasalnya jagung mengandung carotenoid yang menurunkan risiko kerusakan pada mata di usia senja. 

Menyehatkan jantung 
Organ lain yang diuntungkan jika mengonsumsi jagung adalah jantung. Sama seperti kegunaannya pada mata, carotenoid pada jagung berperan dalam menurunkan risiko penggumpalan arteri. 

Kaya kalori dan vitamin 
Setiap 100 gram sajian jagung, ada 342 kalori yang terkandung di dalamnya. Jagung juga kaya akan vitamin B kompleks yang menjaga kesehatan saraf. 

Kaya mineral 
Beberapa mineral yang terkandung dalam jagung adalah magnesium, mangan, zat besi, tembaga, seng, dan selenium. Seluruh mineral tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Mencegah anemia 
Jika terserang anemia, mungkin konsumsi jagung perlu ditingkatkan. Sebab anemia biasanya disebabkan oleh kondisi kekurangan vitamin B12, asam folat, dan zat besi. 

Mengontrol diabetes 
Manfaat mengejutkan dari jagung bagi kesehatan berikutnya adalah mengontrol diabetes. Sebab ada senyawa tertentu dalam jagung yang mampu menurunkan risiko serangan penyakit ini. 

Melawan kanker 
Jagung kaya akan antioksidan yang ampuh melawan beberapa jenis kanker, misalnya kanker payudara dan kanker hati. Jagung punya peran dalam membunuh sel kanker tanpa menyakiti sel sehat dalam tubuh. 

Menyehatkan kulit 
Jagung dalam bentuk minyak adalah produk kecantikan yang mulai banyak ditemukan di pasaran. Minyak jagung memang punya kemampuan dalam menyehatkan kulit secara alami. 

Itulah berbagai manfaat mengejutkan dari jagung bagi kesehatan. Jangan lupa menambahkan jagung ke dalam menu konsumsi harian.

Sabtu, 09 November 2013

Harga Jagung Pipil Kering di Akhir Minggu 9 November 2013

Harga jagung di tingkat pedagang lokal pada beberapa wilayah di Indonesia per tanggal 9 November 2013 :
- Semarang = 3.300
- Kendal = 3.200
- Kudus = 3.150
- Pati = 3.050
- Jepara = 3.200
- Blora = 3.000
- Bojonegoro = 3.000
- Tuban = 3.100
- Gresik = 3.150
- Banyuwangi = 2.950
- Probolinggo = 3.100
- Kediri = 3.200
- Blitar = 3.300
- Surabaya = 3.275
- Ngawi = 3.200
- Magetan = 3.050
- Sragen = 3.100
- Lampung = 3.000
- Bengkulu = 3.000
- Gorontalo = 2.900
- Makasar = 3.100

Gunakan Benih Benih Bermutu Untuk Meningkatkan Produksi Jagung

Penggunaan benih bermutu merupakan langkah awal menuju keberhasilan dalam usahatani jagung. Gunakan benih bersertifikat dengan vigor tinggi. Sebelum ditanam hendaknya dilakukan pengujian daya kecambah benih. Benih yang baik adalah yang mempunyai daya tumbuh lebih dari 95%.
Hal ini penting karena dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh dengan menanam ulang benih pada tempat tanaman yang tidak tumbuh. 
Pertumbuhan tanaman sulaman biasanya tidak normal karena adanya persaingan untuk tumbuh, dan biji yang terbentuk dalam tongkol tidak penuh akibat penyerbukan tidak sempurna, sehingga tidak akan mampu meningkatkan hasil.

Benih yang bermutu, jika ditanam akan tumbuh serentak pada saat 4 hari setelah tanam dalam kondisi normal. Penggunaan benih bermutu akan lebih menghemat jumlah benih yang ditanam. Populasi tanaman yang dianjurkan dapat terpenuhi (sekitar 66.600 tanaman/ha). 

Sebelum ditanam, hendaknya diberi perlakuan benih (seed treatment) dengan metalaksil (umumnya berwarna merah) sebanyak 2 gr (bahan produk) per 1 kg benih yang dicampur dengan 10 ml air. Larutan tersebut dicampur dengan benih secara merata, sesaat sebelum tanam. Perlakuan benih ini dimaksudkan untuk mencegah serangan penyakit bulai yang merupakan penyakit utama pada jagung. Benih jagung yang umumnya dijual dalam kemasan biasanya sudah diperlakukan dengan metalaksil (warna merah) sehingga tidak perlu lagi diberi perlakuan benih.

Pengendalian Mutu Jagung

Pengendalian mutu merupakan usaha mempertahankan mutu selama proses produksi sampaiproduk berada di tangan konsumen pada batas yang dapat diterima dengan biaya seminimal mungkin. Pengendalian mutu jagung pada saat pasca panen dilakukan mulai pemanenan, pengeringan awal, pemipilan, pengeringan akhir, pengemasan dan penyimpanan.

Pengeringan merupakan usaha untuk menurunkan kadar air sampai batas tertentu tujuannya agar reaksi biologis terhenti dan mikro organisme serta serangga tidak bisa hidup di dalamnya. Pengeringan jagung dapat dibedakan menjadi dua
tahapan yaitu:
• Pengeringan dalam bentuk gelondong.
     Pada pengeringan jagung gelondong dilakukan sampai kadar air mencapai 18% untuk memudahkan pemipilan.
• Pengeringan butiran setelah jagung dipipil.
     Pemipilan merupakan kegiatan memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Pemipilan dapat dilakukan Corn sheller yang dijalankan dengan motor.
dengan cara tradisional atau dengan cara yang lebih modern. Secara tradisional pemipilan jagung dapat dilakukan dengan tangan maupun alat bantu lain yang sederhana seperti kayu, pisau dan lain-lain, sedangkan yang lebih modern menggunakan mesin pemipil yang disebut
Butiran jagung hasil pipilan masih terlalu basah untuk dijual ataupun disimpan, untuk itu diperlukan satu tahapan proses yaitu pengeringan akhir. 

Umumnya petani melakukan pengeringan biji jagung dengan penjemuran di bawah sinar matahari langsung, sedangkan pengusaha jagung (pabrikan) biasanya menggunakan mesin pengering tipe Batch Dryerdengan kondisi temperatur udara pengering antara 50–60oC dengan kelembaban relatif 40%.

Pengelolaan Panen dan Pasca Panen Jagung


Pemanenan jagung dilakukan pada saat jagung telah berumur sekitar 100 hst tergantung dari jenis varietas yang digunakan. Jagung yang telah siap panen atau sering disebut masak fisiologis ditandai dengan daun jagung/klobot telah kering, berwarna kekuning-kuningan, dan ada tanda hitam di bagian pangkal tempat melekatnya biji pada tongkol. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah lewat masak fisiologis akan berpengaruh terhadap kualitas kimia biji jagung karena dapat menyebabkan kadar protein menurun, namun kadar karbohidratnya cenderung meningkat. Setelah panen dipisahkan antara jagung yang layak jual dengan jagung yang busuk, muda dan berjamur selanjutnya dilakukan proses pengeringan.

Permasalahan akan timbul bila waktu panen yang berlangsung pada saat curah hujan masih tinggi, sehingga kadar air biji cukup tinggi, karena penundaan pengeringan akan menyebabkan penurunan kualitas hasil biji jagung. 

Cara pengeringan selain dengan penjemuran langsung di ladang, juga dapat dilakukan dalam bentuk tongkol terkupas yang dikeringkan di lantai jemur dengan pemanasan matahari langsung, dan bila turun hujan ditutupi dengan terpal plastik.
Cara pengeringan jagung demikian memiliki kelemahan karena mudah ditumbuhi jamur, serangan hama kumbang bubuk, dan kotoran. Selain itu nilai kadar air biji jagung biasanya masih tinggi ( >17%).

Penundaan panen selama 7 hari setelah masak fisiologis dapat membantu proses penurunan kadar air dari 33% menjadi 27%. Namun penundaan pengeringan dengan cara menumpuk tongkol jagung yang telah dipanen di atas terpal selama 3–5 hari, meskipun mampu menurunkan kadar air akan tetapi dapat menyebabkan terjadinya serangan cendawan sampai mencapai 56-68%, sedangkan tanpa penundaan pengeringan, serangan cendawan dapat ditekan menjadi hanya berkisar antara 9-18%. Penyebab lain terjadinya kerusakan pada biji jagung adalah karena adanya luka pada saat pemipilan, dan ini terjadi jika saat pemipilan kadar air biji masih tinggi (>20%).

Biji yang terluka pada kondisi kadar airnya masih tinggi menyebabkan mudah terinfeksi oleh cendawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemipilan jagung pada kadar air 15-20% dapat menimbulkan infeksi cendawan maksimal mencapai 5%. Dengan menggunakan alat dan mesin pemipil pada kadar air biji jagung 35%, infeksi cendawan mencapai 10-15%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar air biji dan semakin lama disimpan, peluang terinfeksi cendawan akan lebih besar. Demikian halnya dengan tingkat serangan hama kumbang bubuk.

Cara Penyimpanan Jagung

Umumnya produk hasil pertanian bersifat bulky (segar dan mudah rusak). Kerusakan hasil pertanian dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Kerusakan tersebut mengakibatkan penurunan mutu maupun susut berat karena rusak, memar, cacat dan lain-lain. Kelemahan lain dari hasil pertanian ini adalah biasanya bersifat musiman, sehingga tidak dapat tersedia sepanjang tahun.
 
Biasanya petani menyimpan jagung pipilan dalam
karung goni atau plastik, kemudian disimpan di dalam rumah (di lantai atau di atas loteng). Penyimpanan cara demikian menyebabkan jagung hanya dapat bertahan selama kurang lebih 2 bulan karena dapat terserang oleh hama gudang Dolesses viridis, Sitophillus zeamais, dan Cryptoleptes presillus.

Besarnya kehilangan dan kerusakan jagung setelah pemanenan sampai penyimpanan berkisar 8,6 - 20,2% yang disebabkan oleh serangan serangga, jamur, tikus, kondisi awal penyimpanan, cara dan alat penyimpanan serta factor lingkungan. 

Penyimpanan jagung untuk benih harus menggunakan wadah yang tertutup rapat sehingga kedap udara dan tidak terjadi kontak dengan udara yang menyebabkan biji jagung menjadi rusak dan menurun daya tumbuhnya. Penyimpanan jagung untuk benih dapat menggunakan wadah logam yang dilengkapi dengan absorban/penyerap (biasanya digunakan abu sekam) yang berguna untuk mengurangi kelembaban di dalam wadah dengan absorban penyimpanan jagung untuk benih juga dapat dilakukan di dalam wadah logam yang tutupnya dilapisi dengan parafin, sehingga benar-benar kedap udara.

Penyimpanan jagung pipilan untuk konsumsi (pangan maupun pakan), dapat dalam karung yang disusun secara teratur atau dapat pula disimpan dalam bentuk curah dengan sistem silo. Penyimpanan ini dapat berfungsi sebagai pengendali harga pada saat harga di pasar jatuh karena kelebihan stok. Setelah harga jual membaik, barulah jagung yang disimpan dilepas ke pasaran.

Rabu, 06 November 2013

Pengendalian Hama " PENGGEREK TONGKOL JAGUNG "

Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hbn. Noctuidae: Lepidotera.
Imago betina H. armigera meletakkan telur pada pucuk tanaman dan apabila tongkol sudah mulai keluar maka telur diletakkan pada rambut jagung. Imago betina mampu bertelur rata-rata 730 butir dengan masa oviposisi 10-23 hari. Telur menetas dalam tempo tiga hari setelah diletakkan pada suhu 22,5oC dan dalam tempo sembilan hari pada suhu 17oC.

Larva terdiri atas 5-7 instar, tetapi umumnya enam instar dengan pergantian kulit (moulting) setiap instar 2-4 hari. Periode perkembangan larva sangat bergantung pada suhu dan kualitas makanannya.
Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu 24-27,2oC adalah 12,8-21,3 hari. Larva serangga ini bersifat kanibalisme sehingga 284 Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan merupakan salah satu faktor yang menekan perkembangan populasinya.
 
Spesies ini mengalami masa prapupa selama 1-4 hari. Selama periode ini, larva menjadi pendek dan lebih seragam warnanya dan kemudian berganti kulit menjadi pupa. Masa prapupa dan pupa biasanya terjadi dalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah. Pada umumnya pupa terbentuk pada kedalaman 2,5-17,5 cm. Serangga ini kadang-kadang berpupa pada permukaan tumpukan limbah tanaman atau pada kotorannya yang terdapat pada tanaman.

Pada kondisi yang tidak memungkinkan seperti panjang hari 11-14 jam/ hari dan suhu yang rendah (15-23oC), H. armigera mengalami diapauses atau sering disebut diapause pupa fakultatif. Diapause pupa dapat berlangsung beberapa bulan bahkan dapat lebih dari satu tahun. Pada kondisi lingkungan yang mendukung, fase pupa bervariasi dari enam hari pada suhu 35oC sampai 30 hari pada suhu 15oC.

Gejala Serangan
Imago betina akan meletakkan telur pada silk jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk ke dalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan (Gambar 9). Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.

Pengendalian Hayati
Musuh alami yang digunakan sebagai pengendali hayati dan cukup efektif untuk mengendalikan penggerek tongkol adalah Trichogramma spp. yangmerupakan parasitoid telur, di mana tingkat parasitasi pada hampir semua tanaman inang H. armigera sangat bervariasi dengan angka maksimum 49% (Mustea 1999). Eriborus argentiopilosa (Ichneumonidae) juga merupakan parasitoid pada larva muda. Dalam kondisi kelembaban yang cukup, larva juga dapat diinfeksi oleh M.anisopliae.
Agen pengendali lain yang juga berpotensi untuk mengendalikan serangga ini adalah bakteri B. bassiana dan virus Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus (HaNPV).
Kultur Teknis Pengolahan tanah secara sempurna akan merusak pupa yang terbentuk
dalam tanah dan dapat mengurangi populasi H. armigera berikutnya.

Kimiawi
Agak sulit mencegah kerusakan oleh serangga ini karena larva segera masuk ke tongkol sesudah menetas. Untuk mengendalikan larva H. armigera pada jagung, penyemprotan harus dilakukan setelah terbentuknya silk dan diteruskan (1-2 hari) hingga jambul berwarna coklat. Untuk itu dibutuhkan biaya yang cukup cukup mahal .

Sumber :
Deptan RI
Penulis: Yulia TS

Pengendalian Hama " TIKUS " Pada Tanaman Jagung

Tanaman jagung yang diserang tikus biasanya ditanam pada lahan sawah setelah padi. Tikus tersebut adalah dari spesies Rattus argentiventer.
Tikus memiliki kemampuan indera yang sangat menunjang setiap aktivitas kehidupan nya. Di antara kelima organ inderanya, hanya penglihatan yang kurang baik, namun kekurangan ini ditutupi oleh indera lainnya yang berfungsi dengan baik.

Tikus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap cahaya. Meski indera penglihat annya kurang berfungsi, tikus mampu mengenali benda di depannya pada jarak 10 m.
Indera penciuman tikus berfungsi dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas tikus menggerak-gerakkan kepala dan mengendus pada saat mencium bau pakan, tikus lain, dan musuhnya.
Indera pendengarannya juga berfungsi dengan sempurna karena mampu mendengar suara pada frekwensi audibel (40 kHz), dan frekwensi ultrasonik (100 kHz).

Dengan indera perasa, tikus mampu mendeteksi zat yang pahit, beracun, atau tidak enak. Bulu-bulu pendek dan panjang yang tumbuh di antara rambut pada bagian tepi tubuhnya dimanfaatkan sebagai indera peraba untuk membantu pergerakan di tengah kegelapan (Rochman 1992).
Selain indera tersebut, tikus juga mempunyai beberapa kemampuan lain yaitu kemam puan menggali, memanjat, meloncat, mengerat, berenang, dan menyelam.

Tikus mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor, antara lain: matang seksual cepat (2-3 bulan), masa bunting singkat (21-23 hari), timbulnya birahi cepat (24-48 jam setelah melamelahirkan), melahirkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim, dan melahirkan keturunan dalam jumlah banyak (3-12 ekor dengan rata-rata enam ekor per kelahiran).
Tikus termasuk pemakan menyukai hampir semua makanan yang dimakan manu sia. Dalam kondisi cukup makanan, tikus beraktivitas sejauh rata-rata 30 m dan tidak pernah lebih dari 200 m. Jika kondisi tidak menguntungkan, jarak tempuh tikus dapat mencapai 700 m atau lebih.
Populasi tikus dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Faktor abiotik yang sangat berpengaruh terhadap dinamika populasi tikus adalah air dan sarang, sementara faktor biotik adalah tanaman dan hewan kecil sebagai sumber pakan, patogen, predator, tikus lain sebagai pesaing, dan manusia.

Gejala Serangan
Tikus biasanya menyerang tanaman jagung pada fase generatif atau fase pengi sian tongkol. Tongkol yang sedang matang susu dimakan oleh tikus sehin gga tongkol me njadi rusak. Umumnya tikus makan biji pada tongkol mulai dari ujung tongkol sampai pertengahan tongkol.

PengendalianHayati
Tikus dapat dikendalikan dengan memanfaatkan predator berupa kucing, Anjing, ular, burung elang, dan burung hantu. Penggunaan patogen sebagai agen pengendali tidak dianjurkan karena berdampak negatif terhadap manusia.

Sanitasi
Pembersihan dan penyempitan pematang atau tanggul dapat dilakukan untuk memba tasi tikus membuat sarang. Untuk itu pematang atau tanggul dibuat dengan lebar ku rang dari 40 cm.

Mekanik
Pemagaran pertanaman dengan plastik, pemasangan bubu perangkap, atau gropyokan merupakan tindakan pengendalian mekanik yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi populasi tikus. Penggunaan bambu berukuran 2 m yang pada salah satu bubunya dilu bangi, kemudian diletakkan di pinggir pematang saat ter bentuknya tongkol sampai pa nen, dapat menipu tikus yang diduga sebagai lobang alamiah. Tikus yang terperangkap kemudian terus dibunuh .Pengusiran tikus dapat pula dilakukan dengan bunyi bunyian namun bersifat sementara karena setelah itu tikus akan kembali lagi ke pertanaman.

Kimiawi
Rodentisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan tikus umpan beracun. RMB yang banyak dipasarkan adalah Klerat, Storm, dan Ramortal. Emposan dengan menggunakan bahan fumigasi efektif menurunkan populasi tikus. Jenis bahan fumigasi yang biasa dipakai adalah hydrogen sianida, karbon monoksida, hidrogen fosfida, karbon dioksida, sulfur dioksida, dan metal bromida.
 
Sumber :
Deptan Republik Indonesia
Penulis: Yulia TS

Parasitoid Trichrogramma evanescens untuk Mengendalikan Hama Penggerak Jagung

Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) merupakan hama penting tanaman jagung di Filipina, Cina, Tailand, Kamboja India, Malaysia, Vietnam, Korea, Jepang, dan Papua Nugini. Kehilangan hasil dapat mencapai 80% apabila tidak dikendalikan. Pengendalian penggerek jagung selama ini banyak menggunakan pestisida karena praktis. Penggunaan bahan kimia menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan termasuk musuh alami dari serangga yang bersangkutan dan harganya relatif mahal. Penggunaan pestisida akan meracuni kelangsungan ekosistem dan kelangsungan kehidupan manusia. Karena itu, muncul konsep pengelolaan hama terpadu (PHT), yang salah satu komponen pentingnya adalah pemanfaatan musuh alami, termasuk parasitoid telur Trichrogramma spp.

Salah satu pengendalian yang potensial adalah parasitoid Trichrogramma evanescens Westwood. Di Indonesia, T. evanescens umumnya diperbanyak pada telur Corcyra cephalonica. Untuk efisiensi penggunaan telur C. Cephalonica dan memperoleh perkembangan populasi T. evanescens yang maksimal dalam pembiakan masal, perbandingan antara sumber inokulum dan inang pengganti adalah 1 parasit 7 inang (telur C. Cephalonica). Tingkat parasitasi T. evanescens pada telur O. furcanalis dapat mencapai 93%, dan setiap T. evanescens betina mampu memparasit telur O. furcanalis hingga 54 butir dengan rata-rata 35 butir. T. evanescens menyukai memparasit atau meletakkan telurnya pada telur inang yang baru diletakkan.

Makanan tambahan berupa larutan gula 10% yang diberikan pada T. evanescens dewasa dan suhu pembiakan yang rendah dapat meningkatkan daya parasitasi, keperidian, dan memperpanjang masa hidup serangga dewasa. Inang utama T. evanescens adalah telur O. furcanalis, tetap juga dapat memparasit telur hama penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera). Tingkat parasitasi T. evanescens pada H. armigera umur 1 hari dapat mencapai 92%.
 
Perbanyakan Parasitoid Trichrogramma evanescens
Trichrogramma spp. biasanya diperbanyak secara masal dengan telur inang pengganti, di antaranya C. Cephalonica atau dikenal sebagai ulat beras. Serangga ini mudah diperbanyak dengan bahan-bahan yang tersedia.
Suhu tempat pembiakan parasitoid sangat menentukan tingkat parasitasi pada inang. Tingkat parasitasi parasitoid yang dibiakkan pada suhu rendah (24 o C) cukup tinggi, baik yang diberi maupun yang tidak diberi, masing-masing 51 dan 47 butir inang. Parasitoid telur T. evanescens yang dibiakkan pada suhu rendah (24 oC) lebih efektif memparasit inang dibandingkan pada suhu tinggi (32 oC). Suhu pembiakan mempengaruhi beberapa sifat Trichrogramma spp termasuk keperidian, lama hidup, dan ukuran. Trichrogramma spp adalah serangga yang poikitelotherm, kehidupannya sangat bergantung pada suhu dan lingkungan setempat. 

Sumber : 
Deptan RI
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Pengendalian Hama " PENGGEREK BATANG MERAH JAMBU " Pada Tanaman Jagung

Salah satu hama yang suka menyerang jagung adalah Hama Penggerek Batang Merah Jambu.Serangga ini merupakan hama tanaman jagung, padi, dan tebu di AsiaTengga ra, Cina, dan Jepang. Di Indonesia serangga ini dapat pula hidup pada rumput dan teki seperti Andropogon, Eleusine, Panicum, Phraqmites, Saccharum, dan Scripus. Penggerek batang merah jambu umumnya ditemukan di daerah dengan musim kemarau yang jelas seperti Jawa Timur, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Hama ini memiliki tiga generasi per tahun jika berada pada daerah subtropis, sedang kan pada daerah tropis mempunyai enam generasi. Telur diletakkan secara berkelom- pok dalam barisan di pelapah daun biasanya 3-8 baris. Telur generasi pertama terdiri atas 75-100 butir. Rata-rata fekunditi betina adalah 250 telur. Seekor imago betina mampu meletakkan telur 300-400 butir. Imago betina meletakkan bebe -rapa generasi telur dalam beberapa minggu. Untuk generasi kedua, serangga betina akan meletakkan telur lebih banyak. 
 
Betina berkopulasi hanya sekali dengan masa inkubasi 6-10 hari atau rata-rata 7-8 hari pada daerah tropis . Larva terdiri atas enam atau tujuh instar dan adakalanya delapan instar dengan stadium larva berkisar antara 28-56 hari atau rata-rata lima minggu Gambar 7. Kelompok telur dalam barisan (a) dan larva S. inferens di daerah tropik. Instar I adalah instar dengan masa perkembangan yang lama, yaitu delapan hari dan instar II-V rata-rata 3-5 hari setiap instarnya, sementara instar VI tujuh hari, dan instar VII rata-rata 13 hari
Larva berwarna merah jambu. Masa prapupa sekitar lima jam dan stadia pupa 8-11 hari
 
Proses keluarnya imago dari pupa berlangsung selama 25 menit. Sayap akan tetap keli pat selama 10 menit dan kemudian membuka secara sempurna. Imago akan terbang secara sempurna empat hari setelah keluar dari pupa. Jarak terbang yang bisa ditem puh oleh seekor betina dan jantan masing-masing lebih dari 32 dan 50 km. Proses kawin dan meletakkan telur dapat terjadi 24 jam setelah keluar dari pupa.
 
Gejala Serangan
Gejala serangan mirip dengan gejala serangan penggerek batang O.furnacalis, teruta ma saat menyerang batang. Larva akan melubangi batang dan menggoroknya ke bagi an atas sehingga batang mudah patah.

Pengendalian Hayati
Platytelemonus sp. telah tercatat sebagai parasitoid telur S. inferens di Sulawesi Selat an, sedangkan Braconidae dan Tetrastichus israeli merupakan parasitoid larva dan pupa. Larva juga dapat diinfeksi oleh cendawan B.bassiana dan nematoda Neoplectana carpocapsae (Kalshoven 1981).

Pola Tanam
Penanaman serempak dan pergiliran tanaman dengan bukan jagung, padi,dan tebu dapat mengurangi serangan hama ini.

Mekanik
Pengambilan langsung dengan tangan dapat dilakukan jika biaya tenaga kerja cukup murah. Dapat pula dilakukan roguing pada tanaman jagung yang batangnya telah terserang.

Kimiawi
Larva menyerang terutama pada batang sehingga aplikasi insektisida sebaiknya dilaku kan sebelum larva masuk ke dalam batang, yaitu setelah adanya kelompok telur di bagi an bawah daun pada saat menjelang berbunga. Insektisida yang dapat digunakan anta ra lain adalah yang berbahan aktif monokrotofos.

Sumber :
Deptan Republik Indonesia
Penulis: Yulia TS