Sabtu, 04 Oktober 2014

PROSEDUR PEMERIKSAAN KARANTINA TUMBUHAN

Tanpa pengecualian, semua komoditas ekspor dan impor harus diperiksa kesehatannya oleh Petugas Karantina di lokasi penyimpanannya/ penimbunannya.

  1. Pemilik barang, paling lambat 2 (dua) hari sebelum komoditas ekspor dan impor diperiksa untuk dibawa ke luar negeri atau dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia, pemilik atau pengurus yang ditunjuknya sudah menyerahkan Laporan Pengeluaran atau pemasukan Media Pembawa Ekspor atau Impor (contoh form Laporan Pengeluaran atau Pemasukan Media Pembawa telah disediakan) kepada Petugas Pelayanan Depan Kantor Balai Karantina Tumbuhan Kelas 1 Tanjung Emas.

  2. 2. Pemilik barang, pada waktu menyerahkan Surat Permohonan, pemilik atau pengurus yang ditunjuknya diharap sudah menginformasikan perihal lokasi komoditas untuk diperiksa dan waktu kapan komoditas dapat dilakukan pemeriksaan. Nama dan lokasi pemeriksaan harus jelas, bila pemilik atau pengurus yang ditunjuknya tidak sempat menjemput dan mengantar petugas, informasi tentang cara mencapai lokasi perlu disampaikan.

  3. 3. Petugas Pelayanan Depan, menerima Surat Permohonan dan merekam semua data ke komputer, mencatat semua informasi tambahan (misal waktu dan lokasi pemeriksaan). Berdasarkan data pada Laporan Pemasukan atau Pengeluaran, petugas juga harus segera menyampaikan kepada pemilik barang atau agen yang ditunjuk pengurusannya tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi. Baik syarat pengeluarannya dari Wilayah Republik Indonesia maupun syarat-syarat karantina di negara tujuan atau syarat-syarat pemasukannya kedalam Wilayah Republik Indonesia.

  4. 4. Petugas Pelayanan Depan, berdasarkan data komoditas yang akan diperiksa dan Jadual Tugas Pemeriksa yangtelah ditetapkan Koordinator Fungsional, mencetak Surat Perintah Pemeriksaan (form KT-12) dan meneruskan kepada Kepala Subseksi Pelayanan Teknis untuk penetapan OPT sasaran dan penelitian ulang Surat Perintah Pemeriksaan sebelum diajukan kepada Kepala Balai untuk ditandatangani;

  5. 5. Kepala Subseksi Pelayanan Teknis, mendistribusikan Perintah Pemeriksaan Tumbuhan (setelah ditandatangani Kepala Balai) kepada petugas yang ditunjuk;

  6. 6. Tim Pemeriksa, setelah diterimanya Perintah Pemeriksaan segera menyesuaikan rencana dan jadwal kegiatannya, mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan kepada Kepala Subseksi Pelayanan Teknis;

  7. 7. Tim Pemeriksa, segera melaksanakan pemeriksaan barang dilokasi yang telah ditunjuk. Proses pemeriksaan harus berpedoman kepada Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan dan Petunjuk Teknis Pemeriksaan Tumbuhan (termasuk tata cara pengambilan contoh) yang berlaku;

  8. 8. Tim Pemeriksa, pemeriksaan laboratoris perlu dilakukan untuk memastikan pra identifikasi OPT yang dilakukan dilapangan atau yang tidak bisa diidentifikasi di lapangan;

  9. 9. Tim pemeriksa, segera membuat Laporan Hasil Pemeriksaan, dan merekam datanya di komputer (Sistem Informasi Karantina Tumbuhan Tanjung Emas disingkat KARTUMAS) serta menyampaikannya kepada Kepala Balai melalui Kepala Subseksi Pelayanan Teknis;

  10. 10. Kepala Balai, berdasarkan saran dari Tim Pemeriksa dan informasi yang ada segera mengambil keputusan tentang Tindakan Karantina yang dikenakan terhadap komoditas yang bersangkutan dan memerintahkan kepada Tim pemeriksa yang bertugas untuk segera melaksanakannya.

  1. 11. Komoditas yang bersangkutan, bila semua syarat telah terpenuhi segera dapat diterbitkan Phytosanitary Certificate untuk komoditas eksporatau Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri untuk komoditas impor.

  2. 12. Komoditas yang bersangkutan, tindakan perlakuan dikenakan apabila disyaratkan oleh negara tujuan atau komoditas tidak bebas dari OPT yang dicegah pemasukannya ke Wilayah Republik Indonesia. Perlakuan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga sebagai akibat dari pengenaan Tindakan Perlakuan wajib dibawah pengawasan Tim Pemeriksa yang bertugas.

  3. 13. Komoditas yang bersangkutan, tidak dapat diberikan Phytosanitary Certificate karena: a. Tidak dapat memenuhi persyaratan dari negara tujuan. b. Komoditas sudah tidak berada di Wilayah Negara Republik Indonesia. c. Tidak dapat dibebaskan dari OPT yang dicegah pemasukkannya ke Negara tujuan. d. Tidak dilengkapi dengan Surat Ijin Pengeluaran dari Menteri Pertanian (Bibit Tanaman tertentu). e. Tidak dilengkapi dengan CITES (untuk   tanaman   langka   yang dilindungi).

  4. 14. Komoditas yang bersangkutan, tidak dapat diberikan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri karena: a. Tidak dapat memenuhi persyaratan negara Indonesia untuk pemasukannya. b. Tidak dapat dibebaskan dari OPT yang dicegah pemasukkannya ke Wilayah Negara Republik Indonesia. c. Tidak dilengkapi dengan Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian (Bibit Tanaman).

  5. 15. Phytosanitary Certificate dan Setifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri, pencetakannya menjadi tanggung jawab Petugas Pelayanan Depan, setelah siap (sudah ditandatangani oleh pejabat POPT yang ditunjuk ) didistribusikan kepada : a. Asli dan lembar kedua kepada Pemilik Barang. b. Lembar ketiga dan keempat ke Pelaksana data untuk bahan pelaporan serta arsip. c. Lembar kelima untuk Bendaharawan Penerima sebagai dasar penarikan jasa dan penerbitan kuitansi penerimaan.

  6. 16. Bendahara penerima, walaupun jasa karantina yang harus dibayar pemilik barang telah dihitung oleh sistern, Bendaharawan Penerima wajib menghitung ulang besarnya biaya yang harus diterimanya.

  7. 17, Penyerahan Phytosanitary Certificate dan Setifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri, setelah membayar jasa karantina pemilik akan langsung menerima Phytosanitary Certificate danSetifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri dan kuitansi pembayaran jasa dari Petugas Pelayanan Depan.

PETUNJUK PENGISIAN SERTIFIKAT PELEPASAN KARANTINA TUMBUHAN LUAR NEGERI

Bagi importir, isian untuk Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri sudah tersedia di dalam sistem KARTUMAS. Untuk itu bagi importir hendaknya menyerahkan semua persyaratan bagi pemasukan komoditas kepada Balai Karantina Tumbuhan Kelas I Tg Emas dengan data yang terpercaya dan mempunyai bukti yang sah.

Sumber:
Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang

STANDAR DAN PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN SERTIFIKASI KESEHATAN KOMODITAS PERTANIAN UNTUK EKSPOR, IMPOR

Penetapan Standar dan Prosedur Teknis Pelayanan Sertifikasi Kesehatan Komoditas Pertanian untuk Ekspor dan Impor bertujuan untuk memberikan pedoman bagi para petugas Karantina Tumbuhan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat penguna jasa karantina.
Di samping itu juga dimaksudkan untuk memberikan informasi yang jelas kepada para Eksportir dan Importir komoditas pertanian tentang prosedur penerbitan Phytosanitary Certificate danSertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan Luar Negeri sesuai ketentuan dan syarat-syarat perkarantinaan.
Berikut ini merupakan beberapa istilah baku yang dimuat di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan :

  1. 1. Tumbuhan adalah semua jenis sumber daya alam nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah maupun telah diolah;

  2. 2. Karantina Tumbuhan adalah tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan dari luar negeri dan dari suatu Area ke Area lain di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia;

  3. 3. Instalasi Karantina Tumbuhan yang selanjutnya disebut Instalasi Karantina adalah tempat beserta segala sarana yang ada padanya yang digunakan untuk melaksanakan tindakan Karantina Tumbuhan;

  4. 4. Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan;

  5. 5. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan yang ditetapkan oleh Menteri untuk dicegah masuknya ke dalam dan tersebarnya di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia;

  6. 6. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan I adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang tidak dapat dibebaskan dari Media Pembawanya dengan cara perlakuan;

  7. 7. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan II adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang dapat dibebaskan dari Media Pembawanya dengan cara perlakuan;

  8. 8. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Penting adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan selain Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, yang keberadaannya pada benih tanaman yang dilalulintaskan dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan secara ekonomis terhadap tujuan penggunaan benih tanaman tersebut dan ditetapkan oleh Menteri untuk dikenai Tindakan Karantina;

  9. 9. Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan yang selanjutnya disebut Media Pembawa adalah tanaman dan bagian-bagiannya dan/atau benda lain yang dapat membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina;

  10. 10. Analisa Resiko Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah proses untuk menetapkan bahwa suatu Organisme Pengganggu Tumbuhan merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting, serta syarat-syarat dan tindakan Karantina Tumbuhan yang sesuai untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan tersebut;

  11. 11. Alat Angkut Media Pembawa adalah semua alat transportasi darat, air, maupun udara yang dipergunakan untuk melalulintaskan Media Pembawa;
  12. Pemilik Media Pembawa yang selanjutnya disebut pemilik adalah orang atau badan hukum yang memiliki Media Pembawa dan/atau yang bertanggung jawab atas pemasukan pengeluaran atau transit Media Pembawa;

  13. 12. Penanggung jawab alat angkut adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas kedatangan keberangkatan atau transit alat angkut;

  14. 13. Transit Media Pembawa, peralatan dan pembungkus adalah singgah sementara dan diturunkannya dari alat angkut Media Pembawa, peralatan atau pembungkus di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sebelum Media 

  15. 14. Pembawa, peralatan atau pembungkus tersebut sampai ke negara atau Area tujuan;

  16. 15. Transit Alat Angkut adalah singgah sementara alat angkut di dalam wilayah Negara Republik Indonesia atau suatu area di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Sebelum alat angkut tersebut sampai ke negara atau Area tujuan;

  17. 16. Sertifikat Kesehatan Tumbuhan adalah surat keterangan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang di negara atau Area asal/pengirim/transit yang menyatakan bahwa tumbuhan atau bagian-bagian tumbuhan yang tercantum di dalamnya bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan I, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan II, dan/atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting serta telah memenuhi persyaratan Karantina Tumbuhan yang ditetapkan dan/atau menyatakan keterangan lain yang diperlukan;

  18. 17. Wabah atau Eksplosi adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan yang sifatnya mendadak, populasinya berkembang sangat cepat dan menyebar luas dengan cepat;

  19. 18. Negara atau Area asal yang mempunyai resiko tinggi adalah Negara atau Area asal yang mempunyai potensi kuat sebagai tempat yang menjadi sumber penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan;

  20. 19. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang Karantina Tumbuhan.
  21. DASAR HUKUM
    1. 1. Pelaksanaan karantina tumbuhan berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Pemerintah serta peraturan pelaksana lainnya, sebagaimana yang tersebut di bawah ini :
    2. 2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan
    3. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan
    4. 4. Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 57/Kpts-II/1990 tentang Benih Tanaman Hutan
    5. 5. Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 768/Kpts-II/1991 tentang Tata Cara Pemasukan atau Pengeluaran Benih Tanaman Hutan ke dan dari Wilayah Republik Indonesia
    6. 6. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 752/Kpts/LB.120/1993 tentang Izin Pemasukan Serangga Necchetina, Bruchi sp. untuk penelitian Pengendalian Hayati Gulma Eceng Gondok
    7. 7. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 610/Kpts/TP.630/1997 tentang Peredaran Benih Jeruk
    8. 8. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 558/Kpts-II/1998 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih Tanaman Perkebunan ke dalam atau ke luar Wilayah Republik Indonesia
    9. 9. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 469/Kpts/HK.310/8/2001 tentang Perubahan Lampiran III Keputusan Menteri Pertanian Nomor 38/Kpts/HK.310/1/1990 tentang Syarat-Syarat dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Tanaman dan Bibit Tanaman ke dalam Wilayah Republik Indonesia dan terakhir di ubah dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 211/Kpts/HK.310/4/2001

    Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 627/Kpts/PD.540/12/2003 tentang Jenis-jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan I, Golongan II dan Media Pembawa.

Sumber : 
 Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang

Minggu, 31 Agustus 2014

Jagung Itu Memang Makanan Sehat dan Enak

          Mencari camilan yang mengenyangkan namun tidak membuat gemuk? Jatuhkan pilihan Anda pada jagung. Jagung Enak bikin Langsing dan Sehat selain bisa menjadi menu diet, sayuran satu ini ternyata juga memiliki banyak manfaat positif untuk kesehatan.
Seperti yang dikutip dari times of india, jagung mengandung banyak nutrisi. Jagung kaya akan vitamin B1, yang penting dalam mengubah karbohidrat menjadi energi dan vitamin B5, yang berguna untuk membantu fungsi fisiologis tubuh dan berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak.
Selain itu, jagung juga mengandung folat yang membantu tubuh menghasilkan sel-sel baru. Tak hanya jeruk, vitamin C juga bisa Anda temukan dalam jagung dan nutrisi inilah yang membuat jagung baik sebagai menu diet Anda.
Jagung juga kaya akan serat, yang bisa membantu Anda menghindari masalah pecernaan seperti sembelit. Serat itu sendiri memiliki manfaat lain seperti, mengurangi risiko kanker usus besar, menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Para ahli merekomendasikan jagung untuk orang yang menderita anemia.
Source   :  wolipop.detik.com

Jagung Raksasa , Siapa Yang Suka ?

Apa benar 

Wanita sering terobsesi dengan ukuran jagung ?



Ayo Membuat NASI JAGUNG

Mengonsumsi makanan yang beragam akan membuat asupan kebutuhan gizi tubuh semakin lengkap. Tidak ada salahnya Anda mecoba sumber karbohidrat lain pengganti nasi, mi dan roti. Nasi jagung misalnya, nasi ini sangat potensial sebagai pengganti nasi beras. Citarasanya gurih serta lezat, dan nutrisinyapun cukup memadai.
Sudah saatnya, kita membiasakan mengonsumsi suber karbohidrat selain nasi dan terigu. Kedua bahan pangan ini selain mahal juga sebagian besar produk impor. Jika jagung yang murah dan mudah didapat bisa dijadikan nasi yang lezat kenapa tidak. 

Berikut resep nasi jagung yang bisa Anda coba di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo
Nasi Jagung

Bahan:
1 ½ kg biji jagung kering
200 ml air mendidih
150 ml air

Cara Membuat:
1. Tuang jagung dan 100 ml air ke dalam lumpang. Tumbuk jagung kering menggunakan lumpang dan alu (dipelocoh),  hingga kulit air dan dedak terkelupas.  Cuci bersih agar dedak dan kulit ari terpisah dengan biji jagung.

2. Rendam biji jagung selama dua malam. Cuci bersih, tiriskan.

3. Tumbuk biji jagung atau giling hingga menjadi tepung yang halus.

4. Perciki tepung jagung dengan 150 ml air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas dengan telapak tangan (diguyeng) dan ditampi menggunakan tampah (diinteri) agar terbentuk butiran-butiran halus.

5. Kukus sampai setengah matang (aron nasi). Angkat. Selagi panas, gangsur dan urai dengan cara ditekan-tekan dan diurai menggunakan punggung centong nasi sambil diperciki air panas hingga berbutir butir nasi jagung yang terurai. (Perhatikan tekstur nasi jika sudah lembab, hentikan penambahan air, jangan terlalu lembek)

6. Kukus aron nasi hingga nasi benar-benar matang. Angkat. Urai kembali nasi jagung dengan centong hingga terbentuk butiran nasi jagung. Atur di atas bakul nasi.

7. Sajikan hangat dengan lauk pauk seperti urap sayuran, ayam goreng, peyek kacang/teri dan sambal sehingga tercipta menu dengan giziyang sehat dan seimbang.
Untuk 8 Porsi

Tip: Semua jenis jagung bisa dijadikan nasi jagung baik varietas putih maupun kuning, jagung hibrida maupun lokal.

Senin, 12 Mei 2014

Mesin Pipil Jagung Berkelobot

Mesin pemipil jagung berkelobot adalah jenis pemipil jagung yang berguna untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Model lama mesin pipil jagung umumnya mengharuskan pengguna untuk terlebih dahulu mengupas kulit atau kelobot jagung, baru kemudian jagung bertongkol dipipil menggunakan mesin.

Dengan mesin tipe baru ini pengguna tidak perlu mengupas kelobot jagung karena mesin mampu mengupas kelobot secara otomatis dan sekalian memisahkan bibi jagung dari tongkolnya. Inovasi teknologi ini sungguh bermanfaat untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam proses pengolahan pasca panen jagung.

Untuk mengetahui gambaran sistem kerja mesin pemipil jagung berkelobot ini silahkan tonton  video ini :



Mesin pipil jagung berkelobot bisa anda beli di toko alat alat pertanian. Antara lain CV. Berkat Saron Sejahtera yang menyediakan mesin pipil dengan spek teknis sbb :
Spesifikasi:
Kapasitas             : 1064 kg/jam
Berat                      : 140 kg
Dimensi (mm)      : 1740x1050x1350 mm
Bahan rangka       : Besi Siku, Besi UNP
Rangka Pengerak : UNP
Penggerak             :  Motor Disel 6,5 PK Kubota

 Anda yang berminat pada mesin pipil jagung berkelobot ini juga bisa mendapatkan pelatihan dari PT. Agrowindo di Pasuruan Jawa Timur. Simak videonya :



Mesin pemipil jagung berkelobot juga dapat Anda peroleh keterangan dan mungkin juga harganya pada CV. Hasil Bumi Sabaz Mitra Dinamika yang memproduksi mesin tersebut.

Ada juga PT. Putra Wira Tamtama yang merilis mesin pemipil jagung berkelobot dengan merek Daya Teknik tipe CSK 1000 dan mampu bekerja dengan kapasitas 1000 kg per jam.

Semoga bermanfaat !!









Mengenal Budidaya dan Teknik Pasca Panen Jagung Putih varietas SRIKANDI PUTIH - 1


 

Video tentang Jagung Putih - Teknik Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen



Varietas Jagung SRIKANDI PUTIH-1


Tanggal dilepas                    : 4 Juni 2004
Asal                                 : Materi introduksi asal CIMMYT
Mexikco, dibentuk dari saling silang 8 inbrida yang memiliki daya
gabung umum bagus dalam sifat hasil (yield). Inbrida tersebut berasal darai beberapa populasi
QPM putih dengan adaptasi lingkungan tropis
Umur berbunga jantan         : ± 55-58 hari
Umur berbunga betina         : ± 58-60 hari
Masak fisiologis                    : ± 105-110 hari
Batang                              : tegap
Warna batang                    : hijau
Tinggi tanaman                  : ± 195 cm
Daun                                : panjang dan lebar
Warna daun                       : hijau
Warna malai                       : kemerahan
Warna rambut                    : kemerahan
Keragaman tanaman           : seragam (96-98%)
Bentuk tongkol                  : sedang dan silindris
Tinggi tongkol                    : ± 95 cm
Kelobot                             : tertutup rapat (95-97%)
Tipe biji                             : semi mutiara dan gigi kuda
Warna biji                          : putih
Baris biji                             : lurus dan rapat
Jumlah baris/tongkol            : 12-14 baris
Bobot 1000 biji                   : ± 325 g
Endosperm                        : Protein : 10,44%; Lisin : 0,410%; Triptofan : 0,087%
Rata-rata hasil                     : 5,89 t/ha pipilan kering
Potensi hasil                       : 8,09 t/ha pipilan kering
Ketahanan penyakit            : tahan hawar daun H. maydis dan karat daun Puccinia sp
Ketahanan hama                 : tahan hama penggerek batang O. furnacalis
Keterangan                        : dianjurkan ditanam di dataran rendah diutamakan pada musim penghujan
Pemulia                              : Firdaus Kasim, M. Yasin HG, M. Azrai, MB. Pabendon, A. Tkdir, Roy Effendi, Nuning AS,
Neni Iriany, J. Wargiono, Made J. Mejaya, dan Marsum Dahlan
Pengusul                            : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Jagung Pulut / Jagung Ketan Varietas Pulut URI Menghasilkan 6 Ton per Hektar

Apakah anda pernah mendapat permintaan jagung putih dari konsumen ? Jagung berbiji putih masih lumayan banyak ditanam oleh petani dan bisa didapatkan di banyak daerah sentra jagung. Jagung berbiji putih umumnya dimanfaatkan untuk bahan pangan secara langsung dan juga untuk industri pangan berbasis jagung.

Apakah anda juga pernah mendapat permintaan jagung ketan atau jagung pulut dari konsumen ? Akhir akhir ini semakin banyak saja konsumen yang membutuhkan jagung ketan berwarna putih ini. Sayangnya masih sulit mendapatkan produk jagung special ini.Maklumlah petani yang berkenan menanam jagung jenis ini sangat sedikit karena produktivitas jagung ketan varietas lokal masih rendah, hanya sekitar 2 ton per hektar.
Kini sudah ada jagung ketan varietas baru, yaitu jagung ketan varietas Pulut URI yang mempunyai potensi hasil panen tinggi mencapai 6 ton per hektar. Semoga varietas Pulut URI akan semakin banyak ditanam oleh petani Indonesia untuk mencukupi kebutuhan pangan dan industri berbahan baku jagung ketan.

Jagung pulut atau jagung ketan termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industry. Jagung pulut mempunyai citarasa yang enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut. Rasa gurih muncul karena kandungan amilopektin yang terkandung dalam jagung pulut sangat tinggi, mencapai 90%. Pamor jagung pulut tidak luntur ditelan zaman. Kreasi baru makanan olahan berbasis jagung pulut mermunculan termasuk beras jagung instan, bubur jagung instan dan lain-lain.

Terlepas dari kelebihan yang dimiliki, jagung pulut juga mempunyai kelemahan, salah satunya tingkat produktivitasnya yang masih rendah, antara 2-2,5 t/ha. Balai Penelitian Tanaman Serealia melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produktivitas jagung pulut, salah satunya dengan persilangan dengan plasmanutfah local yang mempunyai potensi hasil yang tinggi. 

Hasil kerja keras peneliti Balitsereal kemudian menghasilkan varietas jagung pulut baru dengan produktivitas mencapai 6 t/ha atau tiga kali lebih tinggi dari jagung pulut local. Selain itu kandungan amilopektin juga tinggi sampai 90% sehingga memberi rasa gurih. Jagung baru yang diberi nama Pulut URI (Untuk Rakyat Indonesia) dapat digunakan untuk memenuhi permintaan industry olahan berbasis jagung seperti jagung marning,

Jagung Ungu / maiz morado Kaya Antosianin ( Zat Antioksidan )

Jagung ungu atau dalam bahasa Spanyol dikenal dengan nama maiz morado adalah salah satu jenis varietas jagung yang masih belum populer khususnya di Indonesia. Jagung ungu banyak dikembangkan di Amerika Selatan khususnya di pegunungan Andes. Biji jagung yang berwarna ungu telah dimanfaatkan oleh penduduk local sebagai bahan pewarna serta minuman. Warna ungu yang terdapat pada jagung ungu disebabkan oleh tingginya kandungan antosianin, khususnya jenis Chrysanthemin (cyanidan 3-O.glucoside), pelargonidin 3-O-B-D-Glucoside). Antosianin berasal dari bahasa Yunani, anthos yang berarti bunga sementara kyanos berarti biru. Antosianin yang mengatur warna biji seperti ungu, violet dan merah yang banyak terkandungan dalam sayur dan buah.

Antosianin bersifat sebagai antioksidan di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit penyumbatan pembuluh darah. Antosianin bekerja menghambat proses aterogenesis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh, yaitu lipoprotein densitas rendah Kemudian antosinin juga melindungi integritas sel endotel yang melapisi dinding pembuluh darah sehingga tidak terjadi kerusakan. Selain itu, antosianin juga merelaksasi pembuluh darah untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya.  

Berbagai manfaat positif dari antosianin untuk kesehatan manusia adalah untuk melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindung otak dari kerusakan Selain itu, beberapa studi juga menyebutkan bahwa senyawa tersebut mampu mencegah obesitas dan diabetes  meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Balai Penelitian Tanaman Serealia tengah menyiapkan jagung ungu yang dapat digunakan untuk diversifikasi pangan. Galur-galur jagung ungu baik local (manado, Palu dan lain-lain) maupun galur introduksi disilangkan dan diuji adaptasi agar sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia. Peneliti jagung khusus, Ir. M Yasin HG dalam seminar dua mingguan menyampaikan kemajuan perbaikan potensi hasil dan kandungan antosianin galur-galur jagung ungu.

Jagung Bertongkol Empat Yang Spektakuler !!

Ini baru spektakuler !!!
Ahli Pemulia Tanaman Indonesia telah berhasil mendapatkan hasil karya persilangan tanaman jagung sehingga "tercipta" jagung varietas baru yang spektakuler ini. Jagung  varietas baru ini menghasilkan empat tongkol jagung di setiap batangnya ...... tidak percaya ? Empat tongkol jagung tesebut, eloknya lagi adalah berupa 2 tongkol jagung manis yang bisa dipanen lebih awal sebagai baby corn dan 2 tongkol lagi dipanen akhir sebagai jagung tua/ pipilan. Hebatnya lagi, jagung tongkol empat ini mempunyai kandungan vitamin A yang lebih tinggi dibanding jagung lainnya.

Jagung tipe baru dengan dua kelebihan ,kaya Vitamin A (beta karoten) dan bertongkol empat sebentar lagi akan mengisi pasar perjagungan di Indonesia. Jagung jenis baru tersebut merupakan hasil persilangan materi genetik UGM dan Badan Litbang Pertanian (UPT Balai Penelitian Tanaman Serealia). Menurut Pemulia UGM, Dr. Budi, 4 tongkol terdiri atas dua jenis, yakni jagung muda alias baby corn dan jagung tua masing-masing dua tongkol. Pekebun yang menanam jagung ini akan dipanen dua kali, dua tongkol terbawah dipanen sebagai jagung manis muda atau sweet baby dan yang atas sebagai jagung pipilan.

Selain itu jagung tersebut juga kaya beta karoten. Kadar beta karoten dalam biji jagung mencapai 0,081-0,114 ppm, tiga kali lebih tinggi disbanding jagung biasa yang kandungan beta karotennya hanya berkisar 0,038-0,048 ppm. Beta karoten atau karotenoid merupakan keluarga fitonutrien yang mewakili salah satu kelompok besar pigmen pada tanaman. Senyawa ini salah satu dari 50 karotenoid yang dikenal sebagai senyawa provitamin A. Tubuh dapat mengkonversi btakaroten menjadi retinol yang merupakan bentuk aktif dari vitamin A. Mengonsumsi makanan kaya beta karoten membantu mencegah kekurangan vitamin A yang penting untuk menjaga kesehatan mata, tulang, kulit, metabolism yang sehat serta menjaga kekebalan tubuh.

Jagung kaya betakaroten ini merupakan hasil kerjasama penelitian Universitas Gadjah Mada dengan Badan Litbang Pertanian. Materi persilangan terdiri atas tetua jantan talenta jagung manis produksi PT. Agri Makmur Pertiwi sementara tetua betina adalah jagung Provit A kaya beta karoten hasil Balai Penelitian Tanaman Serealia. Penanaman jagung ini akan menghasilkan 1,2 ton baby corn pada panen pertama serta 5-6 t/ha pada panen kedua. 

sumber : balitsereal deptan RI

Jagung Varietas Bima 12Q dan Bima 13Q Jenis Jagung Protein Tinggi

Kini hadir 2 jagung baru dengan 3 keistimewaan: produksi tinggi, kaya protein serta tahan penyakit. Jagung tersebut adalah Bima 12Q dan Bima 13Q. Keunggulan jagung-jagung tersebut bukan hanya terletak pada produksi tinggi, 10-11 t/ha tapi juga kaya protein terutama asam amino esensial. “Kadar lisin dan triftofan dalam Bima 12Q masing masing sebesar 0,52% dan 0,11% sedangkan Bima 13Q berkisar 0,46% dan 0,09%. Jumlah itu lebih besar daripada jagung biasa yang kadarnya hanya 0,29% dan 0,058%. Bahkan Bisi 2 hanya berkisar 0,36% dan 0,06%.

Lisin dan Triftofan tergolong asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh. Asam amino berperan mengatur regulasi metabolism dan proses fisiologis tubuh. Jumlah minimal lisin dan triftofan yang disarankan oleh FAO berkisar 0,4% dan 0,1%. Jagung tinggi protein ini bisa dimanfaatkan sebagai subtitutsi pakan tinggi protein seperti bungkil kedelai dan tepung ikan yang sampai kini masih diimpor untuk pakan ternak.

Jagung quality protein maize (QPM) alias jagung berkualitas protein tinggi tergolong yang mempunyai gen resesif alias hanya bisa kawin atau saling menyerbuk diantara sesamanya. Jika jagung tersebut diserbuki jagung biasa, kandungan proteinnya rendah, sama seperti jagung biasa. Untuk mengatasinya dapat dilakukan 2 cara. Pertama, melakukan isolasi tanam selama 21 hari. Artinya 21 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung QPM baru boleh ditanam jagung biasa. Kedua bisa ditanam bersamaan tetapi diberi jarak 300 meter supaya antar jagung tidak saling menyerbuk.

sumber : balitsereal deptan RI

Jagung Varietas Provit A1 dan Provit A2 Kaya Kandungan Vitamin A

Sedikitnya 250.000 anak di dunia menjadi buta setiap tahun akibat kekurangan vitamin A. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa defisiensi vitamin A menjadi momok tidak hanya anak-anak tetapi juga ibu-ibu hamil di Asia Tenggara dan Afrika. Selain menyebabkan rabun senja, kekurangan vitamin A meningkatkan resiko kematian.

Balai Penelitian Tanaman Serealia bekerjasama dengan CIMMYT telah berhasil melakukan fortifikasi/meningkatkan nutrisi mikro jagung. Biofortifikasi merupakan langkah yang ditempuh Balitsereal sejak 2008 guna melepas jagung tinggi vitamin A. Galur-galur introduksi CIMMYT selanjutnya diuji adaptasi agar sesuai dengan iklim Indonesia. Dari hasil ujiadaptasi diperoleh dua galur yaitu BC1BC2-F2 dan KUI carotenoid syn yang mempunyai kandungan beta karoten yang tinggi, yaitu 0,081 ppm dan 0,105 ppm, lebih tinggi dibandingkan jagung lainnya yang mempunyai kandungan beta karoten 0,048 ppm.

Tidak hanya kaya beta karoten, produksi keduanya juga tinggi. Galur BC1BC2-F2 yang dilepas Tahun 2011 dengan nama Provit A1 mempunyai potensi hasil 7,14 t/ha sementara KUI yang dilepas dengan nama Provit A2 mempunyai potensi hasil 6,12 t/ha.

Kehadiran jagung kaya vitamin A itu diharapkan dapat memberikan kontribusi pemenuhan gizi masyarakat yang mudah, murah dan enak. Selain tentunya memberikan pilihan jenis bagi pekebun jagungng “pun turut menunjang kemandirian dan diversifikasi pangan”.

sumber : balitsereal deptan RI