Jumat, 15 Maret 2013

Wilayah Dompu Dan Sekitarnya di NTB Mulai Panen Jagung

15 March 2013

MENTERI PDT AGENDAKAN PANEN JAGUNG DI NTB

Mataram - Menteri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faizal Zaini mengagendakan panen jagung unggulan jenis hibrida di Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), 20 Maret 2013.  "Pak Menteri (Menteri PDT) akan melakukan serangkaian kunjungan ke wilayah NTB, 19-20 Maret mendatang, dan salah satu acara pokoknya yakni menghadiri panen jagung unggulan di Dompu," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Jumat.

Tri mengatakan, pemerintah pusat masih mengandalkan NTB sebagai salah satu daerah produsen jagung nasional. Kabupaten Dompu merupakan salah satu sentra produksi jagung di wilayah NTB. Kebutuhan jagung nasional cukup besar yakni 13,8 juta ton per tahun, dan NTB merupakan salah satu daerah potensil yang diandalkan. "Biasanya, hampir setiap tahun Menteri Pertanian menyempatkan diri menghadiri panen jagung di Dompu, pada akhir Maret atau April. Tahun ini, Menteri PDT yang berminat ikut panen jagung di Dompu," ujarnya.

Data versi Dinas Pertanian Provinsi NTB, terdapat seribuan hektare lahan jagung hibrida yang akan dipanen di Kabupaten Dompu, salah satu lokasinya yakni Desa Talukalu, Kecamatan Kempo, yang akan ditinjau oleh Menteri PDT itu. Seribuan hektare lahan jagung itu merupakan bagian dari 25 ribu hektare jagung pada musim tanam awal 2013 di Kabupaten Dompu.  Dengan luas tanam yang ditargetkan mencapai 25 ribu hektare dengan perkiraan luas panen 24.500 hektare lebih maka diperkirakan produksinya dapat melebihi 100 ribu ton.
Pemerintah Provinsi NTB mengklaim produksi jagung pada musim panen 2012 mencapai 641.489 ton, atau jauh melebih target yang ditetapkan sebanyak 500 ribu ton.  Produksi jagung di wilayah NTB dalam empat tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang signifikan karena meningkatnya minat petani menanam jagung, yang didukung dana dan pembinaan dari pemerintah daerah, dan pusat.   Komoditi jagung merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTB, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2008-2013.
Pada 2008, produksi jagung NTB tercatat sebanyak 196.263 ton, yang mengalami peningkatan signifikan pada tahun pertama program unggulan pijar (sapi, jagung dan rumput laut) yang dicanangkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan wakilnya H Badrul Munir, yakni sebanyak 308.863 ton di 2009.  Selanjutnya, produksi jagung 2010 mencapai 371.826 ton, dan meningkat lagi menjadi 456.915 ton di 2011, hingga mencapai 641.489 ton pada musim panen 2012.  Produk jagung sebanyak itu dihasilkan dari areal panen seluas 97 ribu hektare lebih dengan luas tanam 100 ribu hektare lebih, dengan tingkat produktivitas lima ton lebih setiap hektare.
Peningkatan produksi jagung itu terjadi hampir di semua kabupaten/kota di wilayah NTB, kecuali Kota Mataram. Areal tanam jagung terluas berada di Kabupaten Sumbawa yang mencapai 30.850 hektare dengan luas panen 29.308 hektare dengan tingkat produksi sebanyak 134.815 ton pipilan kering. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Timur dengan areal tanam yang mencapai 20.900 hektare dengan luas panen 19.855 hektare yang memproduksi sebanyak 91.333 ton pipilan kering.   Kabupaten Dompu juga memiliki areal tanam yang jagung yang cukup luas yang mencapai 16.665 hektare dengan luas panen 16.132 hektare yang memproduksi sebanyak 74.390 ton pipilan kering. Enam kabupaten/kota lainnya yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara, areal tanamnya berkisar antara 1.000 hektare lebih hingga 10 ribu hektare lebih, dengan luas panen sekitar 1.000 hingga 9.000 hektare lebih.
 (sumber : antaramataram.com via http://www.pasarjagung.com/ )