Jumat, 15 Maret 2013


Harga Bibit Jagung Naik


MedanBisnis – Langkat. Harga bibit jagung di sejumlah kios penjual kebutuhan pertanian di Langkat naik. Bibit jagung hibrida pionir misalnya, semula Rp 50.000 per bungkus kemasan 1 kilogram, saat ini naik menjadi Rp 60.000 per kg. Sedangkan bibit jagung hibrida dekalb kemasan 5 kilogram biasanya Rp 285.000 per zak kini naik menjadi Rp 315.000 per zak.
Sejumlah petani jagung mulai mengeluhkan kenaikan bibit tersebut. "Yah seperti tahun-tahun sebelumnya, dan setiap tahun setelah selesai panen padi, petani tidak membiarkan lahan persawahan bekas tanaman padi yang memiliki sistem persawahan tadah hujan, kan tidak menelantarkan lahan pertaniannya. Kalau harga jagung yang biasanya untuk tanaman itu sudah naik, tentu sangat menyulitkan kami," kata Dharma Wisata, seorang petani jagung di Kecamatan Gebang, ketika ditemui MedanBisnis, di lahan pertaniannya di Desa Pasar Rawa, Rabu (6/3).

Dia menduga, kemungkinan naiknya harga bibit tanaman jagung itu dipicu dengan besarnya animo petani bertanam jagung usai panen gabah.  Pantauan MedanBisnis di beberapa kedai penjual kebutuhan pertanian di Langkat dan Kota Binjai, naiknya harga bibit jagung berdasarkan ketentuan harga yang diterapkan distributor pabrik. "Sudah dua pekan bibit jagung naik, karena harga Medan juga naik dari pabrik distributor, yang kami jual ini di bawah harga Medan," sebut A Leng, pemilik kedai pertanian di Kota Binjai.

Di kedai Usaha Tani di Jalan Hang Tuah Kecamatan Stabat, dan kedai Musim Tani di Jalan Pasar Tafiv Kota Binjai, harga bibit jagung merek Dekalb mengalami kenaikan, tetapi tidak mencapai Rp 315.000 per zak. Di kawasan tersebut bibit jagung jenis ini masih bisa diperoleh seharga Rp 300.000  per zak. (misno)
SUMBER : http://www.medanbisnisdaily.com/news/