Selasa, 02 Juli 2013

Harga Jagung Berjangka Naik - Turun dan Sempat Anjlok Sentuh Posisi Terendah dalam 32 Bulan

(Vibiznews – Commodity) – Pada perdagangan hari ini harga jagung mengalami pergerakan yang fluktuatif (02/07). Harga komoditas yang termasuk jenis biji-bijian (grains) ini mengalami kondisi yang volatil setelah sempat anjlok hingga ke level paling rendah dalam 32 bulan belakangan. Sempat anjloknya harga jagung terjadi akibat membaiknya kondisi tanaman di AS dan International Grains Council menaikkan proyeksi panen jagung global.
Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember pada perdagangan hari ini mengalami penurunan sebesar 0.2 persen dan mencapai angka 5.0025 dollar per bushel. Harga ini merupakan yang paling rendah untuk kontrak paling aktif sejak tanggal 8 Oktober 2010 yang lalu. Saat ini harga sudah tampak bergerak rebound dan berada di posisi 5.0225 dollar per bushel.
Sekitar 67 persen tanaman jagung di 18 kawasan penanaman utama di AS berada dalam kondisi yang baik dan amat baik per tanggal 30 Juni lalu. Jumlah tanaman yang dinilai baik dan amat baik ini mengalami kenaikan dari 65 persen seminggu sebelumnya.
Output jagung global diperkirakan bakal melonjak mencapai 946 juta metric ton pada musim tanam 2013-14 dari 854.5 juta ton tahun sebelumnya.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga jagung berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Euro diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 5.0 – 5.80 dollar.
sumber :
By Ika Akbarwati ,Vibiznews Analyst
Economy Research Senior Analyst - Vibiz Research, Vibiz Consulting
Analis Lulusan FEUI tahun 2006 ini bekerja di Vibiz Consulting sejak tahun 2007.