Kamis, 23 Mei 2013

Harga Jagung Ditentukan Oleh Kualitas Hasil Pasca Panen | SNI Jagung


Berapa harga jagung yang layak untuk hasil panen petani jagung Indonesia ?
Kita semua sebenarnya berharap agar jagung hasil produksi petanis di Indonesia mendapatkan harga bagus dan menguntungkan.
Sayangnya tidak banyak petani yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan pasca panen terhadap jagung hasil panen mereka. Hal ini berdampak pada harga jual yang rendah, karena jagung hasil panen yang masih basah ( Kadar air lebih dari 17% ) tidak memenuhi standar perdagangan jagung di Indonesia.

Perlunya Penanganan Pasca Panen
Umumnya produk hasil pertanian bersifat bulky (segar dan mudah rusak). Kerusakan hasil pertanian dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Kerusakan tersebut mengakibatkan penurunan mutu maupun susut berat karena rusak, memar, cacat dan lain-lain. 
Kelemahan lain dari hasil pertanian ini adalah biasanya bersifat musiman, sehingga tidak dapat tersedia sepanjang tahun.

Penanganan pasca panen merupakan salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut. 
Sebagai contoh banyak produk jagung di tingkat petani yang tidak terserap oleh industri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti : kadar air tinggi, rusaknya butiran jagung, warna butir tidak seragam, adanya butiran yang pecah serta kotoran lain yang menyebabkan rendahnya kualitas jagung yang dihasilkan. 
Jeleknya kualitas jagung ini menjadi alasan utama bagi industri pakan dalam melakukan import jagung dari negara lain. Import jagung akan menjadi blunder yang merugikan bagi petani jagung Indonesia< karena harga jagung lokal sudah pasti akan turun dengan melimpahnya impor jagung ke Indonesia.

Penanganan pasca panen secara garis besar dapat meningkatkan daya gunanya sehingga lebih bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Hal ini dapat ditempuh dengan cara bentuk asli maupun olahan sehingga dapat tersedia sepanjang waktu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik.

SNI JAGUNG
Persyaratan mutu jagung untuk perdagangan menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu persyaratan kualitatif dan persyaratan kuantitatif.

Persyaratan kualitatif Komoditi Jagung meliputi :
1. Produk harus terbebas dari hama dan penyakit.
2. Produk terbebas dari bau busuk maupun zat kimia lainnya (berupa asam).
3. Produk harus terbebas dari bahan dan sisa-sisa pupuk maupun pestisida.
 
Persyaratan kuantitatif Komoditi Jagung sesuai Standar Nasional Indonesia
 
No
Komponen Utama
Persyaratan Mutu (%Maks)
I
II
III
IV
1
Kadar Air
14
14
15
17
2
Butir Rusak
2
4
6
8
3
Butir Pecah
1
4
3
5
4
Butir Warna Lain
1
3
7
10
5
Kotoran
1
1
2
2


Referensi :
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Indonesia