Kamis, 23 Mei 2013

Harga Jagung di Ngawi Beranjak Naik | update harga per 21 Mei 2013

Panen Jagung
Kabupaten Ngawi merupakan salah satu sentra budidaya tanaman jagung di wilayah Jawa Timur.
Luas tanam dan hasil panen jagung di Ngawi selalu bertambah dari tahun ke tahun.

Tahun 2012, luas tanam jagung di setiap musim tanam diperkirakan lebih dari 20.300 ha dengan hasil panen sebanyak 120.330 ton.

Sentra pertanian jagung kabupaten Ngawi terbanyak terdapat di Kecamatan Kendal dengan luas lahan 4.309 hektare, Karanganyar seluas 3.719 hektare, Kedunggalar seluas 2.417 hektare, dan Bringin seluas 1.256 hektare.


Satu hal yang patut disayangkan, banyak petani jagung di Ngawi yang menjual jagung hasil panen dalam kondisi masih basah. Kadar air masih berkisar pada 28% sampai 34%.
Petani dan pedagang pengepul jagung di Ngawi sangat sedikit yang mempunyai fasilitas jemur layak. Umumnya penjemuran hanya dilakukan dengan alas terpal atau anyaman bambu, sehingga hasil pengeringan jagung tidak efektif dan hasilnya juga tidak bisa maksimal.


Jagung dalam kondisi basah dari Ngawi, pada umumnya banyak dibeli oleh pedagang jagung dari daerah Jombang, Nganjuk, Kediri, Madiun, dan Sragen. 

Harga jagung basah dengan kadar air sekitar 30% di wilayah Sidolaju Ngawi, hari ini 21 Mei 2013 diperdagangkan pada harga 2.250 per kg, naik 150 dari harga perdagangan kemaren.
Kenaikan harga disebabkan oleh masuknya pembeli baru dari wilayah Semarang, Kudus dan Tuban , yang mulai memperluas wilayah pembeliah hingga ke daerah Ngawi. 

Untuk jagung dengan kadar air yang lebih rendah, BNS mendapatkan harga 2.850/ kg untuk jagung KA 23%, dan harga 2.950 untuk Jagung KA 21%.

BNS tidak bisa memperoleh jagung  dengan standar kadar air 17%, karena tidak adanya kebiasaan petani jagung untuk mengeringkan jagung hasil panen sampai pada standar sesuai SNI perdagangan jagung nasional Indonesia.