Senin, 12 Mei 2014

Jagung Varietas Bima 12Q dan Bima 13Q Jenis Jagung Protein Tinggi

Kini hadir 2 jagung baru dengan 3 keistimewaan: produksi tinggi, kaya protein serta tahan penyakit. Jagung tersebut adalah Bima 12Q dan Bima 13Q. Keunggulan jagung-jagung tersebut bukan hanya terletak pada produksi tinggi, 10-11 t/ha tapi juga kaya protein terutama asam amino esensial. “Kadar lisin dan triftofan dalam Bima 12Q masing masing sebesar 0,52% dan 0,11% sedangkan Bima 13Q berkisar 0,46% dan 0,09%. Jumlah itu lebih besar daripada jagung biasa yang kadarnya hanya 0,29% dan 0,058%. Bahkan Bisi 2 hanya berkisar 0,36% dan 0,06%.

Lisin dan Triftofan tergolong asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh. Asam amino berperan mengatur regulasi metabolism dan proses fisiologis tubuh. Jumlah minimal lisin dan triftofan yang disarankan oleh FAO berkisar 0,4% dan 0,1%. Jagung tinggi protein ini bisa dimanfaatkan sebagai subtitutsi pakan tinggi protein seperti bungkil kedelai dan tepung ikan yang sampai kini masih diimpor untuk pakan ternak.

Jagung quality protein maize (QPM) alias jagung berkualitas protein tinggi tergolong yang mempunyai gen resesif alias hanya bisa kawin atau saling menyerbuk diantara sesamanya. Jika jagung tersebut diserbuki jagung biasa, kandungan proteinnya rendah, sama seperti jagung biasa. Untuk mengatasinya dapat dilakukan 2 cara. Pertama, melakukan isolasi tanam selama 21 hari. Artinya 21 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung QPM baru boleh ditanam jagung biasa. Kedua bisa ditanam bersamaan tetapi diberi jarak 300 meter supaya antar jagung tidak saling menyerbuk.

sumber : balitsereal deptan RI