Rabu, 30 Oktober 2013

Harga Jagung Jatuh Ke Level Terendah


Harga jagung dipasar berjangka turun terus menerus selama 2 minggu terakhir ini, diikuti oleh penurunan harga jagung lokal yang terjadi di beberapa daerah Indonesia.

Bisnis-jabar.com, JAKARTA – Harga Jagung berjangka jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, karena musim kemarau telah memperbaiki prospek panen di AS yang menurut perkiraan pemerintah akan menjadi panen terbesar yang pernah ada di dunia.
Para petani rmungkin telah menyelesaikan 50% dari hasil panen, naik dari 39% minggu sebelumnya, menurut Konsultan Pertanian. Departemen Pertanian AS akan mengeluarkan pembaruan pada kondisi tanaman hari ini.
Badan ini memperkirakan bahwa output akan meningkat 28% musim ini dari tahun lalu, ketika kekeringan merusak tanaman di salah satu negara bagian AS Midwest.
Harga di Chicago telah jatuh 49% dari rekor tahun lalu. Pasokan global telah melonjak pada keuntungan di Brasil, Argentina dan Urkraine, sedangkan tanaman AS rebound dari musim kering pada tahun lalu -yang paling parah sejak 1930-an.
Harga jagung yang lebih murah jelas akan meningkatkan keuntungan bagi Archer Daniels – Midland Co – yang membuat etanol dari gandum, dan Sanderson Farms Inc, produsen unggas AS terbesar ketiga.
“Petani umumnya sangat senang dengan hasil tahun ini,” kata Chad Henderson, presiden Konsultan Pertanian di Brookfield.
Jagung berjangka untuk pengiriman Desember turun 2,1%menjadi ditutup pada US$4,3075 per bushel pada pukul 1.15 di Chicago Board of Trade , penurunan terbesar sejak 30 September.
Sebelumnya, harga menyentuh US$4,3025, terendah untuk kontrak teraktif sejak 26 Agustus 2010. (jibi/ija)

Sumber :
http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/prospek-panen-membaik-harga-jagung-jatuh-ke-level-terendah?utm_source=front&utm_medium=box&utm_campaign=berita_terbaru