Rabu, 12 Juni 2013

Harga Jagung Berjangka Turun 0,8% menjadi 5.4175 dollar per bushel


Foto :BNS Megawon/ 
(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung berjangka untuk perdagangan hari ini (11/6) tercatat mengalami penurunan. Seperti halnya kemarin, pelemahan jagung dipicu oleh adanya sentimen mengenai kondusifnya cuaca di negara-negara bagian Amerika Serikat bagian tengah yang merupakan wilayah sentra perkebunan jagung dan gandum. Dengan kondusifnya cuaca makan akan memberikan situasi yang kondusif bagi pertumbuhan bibit jagung.
Disaat yang bersamaan, sentimen negatif kembali datang dari pengaruh penurunan bursa saham AS dan juga pelemahan harga minyak mentah yang hari ini tertahan di level 95,76 dollar per barel setelah dua hari lalu sempat menyentuh kisaran 97 dollar per barel. Hal tersebut memberikan kondisi yang kurang baik bagi jagung yang merupakan bahan baku ethanol.
Harga jagung berjangka mengalami penurunan sebesar 0,8% menjadi 5,4175 dollar per bushel. Sedangkan harga gandum mengalami penurunan sebesar 0,4% menjadi 6,87 dollar per bushel.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga jagung diprediksi akan masih mengalami penurunan. Hari ini Departemen Pertanian AS diperkirakan akan merilis hasil produksi jagung untuk bulan lalu yang diprediksi akan mengalami kenaikan 12% menjadi 91,74 juta ton dan berpotensi menyebabkan surplus persediaan.

(JP/JA/VBN)

sumber : Vibiznews
By Joko Prayitno ,Vibiznews Analyst
Economy Research Senior Analyst - Vibiz Research, Vibiz Consulting
Analis lulusan dari FEUI ini memiliki kemampuan di bidang analisis ilmu ekonomi, terutama dalam bidang komoditi dan berbagai topik ekonomi lainnya.