Minggu, 26 Mei 2013

Panen Jagung di Grobogan, Harga Jagung Basah 1.900 - 2.100 per Kg





Grobogan merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Tengah.
Produksi jagung di Grobogan tahun 2012 mencapai lebih dari 484.761 ton dengan luas panen 94,743 Ha. 

Sentra produksi tanaman jagung di Grobogan terdapat di empat kecamatan, yaitu Gabus, Pulokulon, Wirosari dan Kradenan.





Panen Jagung musim ke-2 di Grobogan sudah dimulai sejak petengahan bulan Mei 2013 yang lalu.

Hasil panen petani berupa jagung basah dijual pada harga 1.900 sampai 2.100 per kg.

Rendahnya harga jual ini dikarenakan kebanyakan petani di kabupaten Grobogan menjual jagung hasil panen dalam kondisi kadar air yang masih tinggi, yaitu antara dari 30% sampai 37%. Tingginya kadar air ini terjadi karena adanya keengganan petani untuk menjemur jagung hasil panen. Begitu jagung dipanen, langsung dilakukan pemipilan, dan kemudian dijual dijual kepada pedagang pengepul.





BNS tidak bisa mendapatkan jagung pipil dengan standar kadar air 17% di daerah ini. 

Pedagang pengepul di daerah Grobogan umumnya hanya mengeringkan jagung sampai kadar air 19 - 20% ( kering pasar ).

Harga jagung kering pasar di Grobogan dijual 2.800 - 2.900 per kg.



Selain rendahnya kualitas jagung dari ukuran kadar air, sangat disayangkan bahwa kadar kotoran dan benda asing pada jagung daerah grobogan juga cukup tinggi, lebih dari 5%. 
Jagung musim tanam ke-2 ini masih lebih bagus jika dibandingkan jagung pada musim panen pertama yang lalu. Kadar jamur pada biji jagung relatif kecil dibawah 1%.

Groboggan menyimpan potensi yang besar dalam produksi jagung di masa sekarang dan masih dapat dikembangkan dimasa yang akan datang. Sepertinya perlu adanya perhatian yang lebih serius dari dinas terkait di Grobogan untuk meningkatkan mutu hasil pasca panen dari jagung produksi petani Grobogan. Usaha pasca panen yang baik dan benar akan meningkatkan mutu jagung dan tentu juga akan menaikkan harga jual jagung di Grobogan.
( Team BNS 2013 )



























Jumat, 24 Mei 2013

Harga Jagung Kering di Simalungun Hari Ini 3.200 per Kg

Kerja Lembur BNS untuk memenuhi permintaan konsumen.

SIMALUNGUNMusim panas dimanfaatkan para petani jagung di Kabupaten Simalungun untuk menjemur hasil bumi karena harganya cukup menjanjikan.
“Harga jagung kering bisa mencapai Rp3.200 per kilogram di kilang, kalau di eceran bisa Rp4.000
ya mumpung panas dijemur. Kalau basah harganya rendah,” kata L br Pakpahan (49 tahun) warga Nagori Kampung Negeri Kabupaten Simalungun, Minggu (19/5) di kilang milik Sagala di Nagori Silinduk.

Isteri dari Sarma Hasudungan yang bekerja sebagai tukang bangunan ini menanam padi dan jagung di areal seluas 16 rante di Nagori Silinduk yang bersebelahan desa. “Bukan tanahku, sewa dengan bagi hasil panen,” aku ibu anak enam ini.

Dia menjelaskan, dari hasil panen satu rante memberikan lima kaleng untuk pemilik. “Cukuplah untuk kebutuhan rumah tangga, disamping penghasilan bapak. Anakku sudah selesai sekolah,” katanya.

Pangulu Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Samiaji di dampingi Sekretaris Desa Suwardi mengatakan, di desa ini ada 33 hektare persawahan dan 91 hektare perladangan ubi dan jagung yang menjadi mata pencarian warga.
Sumber : www.metrosiantar.com

Kamis, 23 Mei 2013

Peternak Ayam Petelur di Sumatera Barat Membutuhkan Jagung Sebanyak 354,5 TON per Hari

Pengolahan pasca panen komoditi jagung di BNS Kudus
Puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) dan Asosiasi Peternak Petelur Sumatera Barat (APPSB), Rabu (22/5) pagi, menggelar diskusi terbatas, terkait harga pakan ternak yang semakin mahal dan kebutuhan jagung untuk 7,1 juta ekor ayam petelur yang tidak kunjung terpenuhi.

Diskusi sambil minum kopi pagi itu berlangsung di Bofet Pergaulan Payakumbuh. Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Persatuan Peternak Ung­gas Indonesia (PPUI) Su­ma­tera Barat Haji Khazanatul Israr dan Ketua Asosiasi Peter­nak Ayam Petelur Sumatera Barat Haji Akmal.

Bersama mereka, tampak pula sejumlah pengusaha pe­ter­nak ayam petelur di Paya­kumbuh dan Limapuluh Kota, seperti H Melfa Saukani, drh Dodi Mulyadi, drh Amir Muk­minin, Haji Famusri, Haji Donal, Haji Zil, Haji Ermal, Haji Anton, Roni Anas, Per­dana “Agung” Agusta, Datuk Feri, Yon Fitri, Husman, Yudi, Gema, Israr, Eri Hargia, dan Endi Kembar. 

Mengawali diskusi, para peternak atau pengusaha pe­ter­nakan ayam petelur yang menguasai “urat nadi” per­ekonomian Kabupaten Lima­puluh Kota dan Kota Paya­kumbuh, saling curhat tentang harga pakan ternak yang se­makin mahal, sementara harga telur cenderung fluktuatif.
Tidak sekadar curhat, se­jum­lah peternak yang meng­gengam iPhad dan BlackBerry di tangan mereka, mem­ban­dingkan harga pakan ternak di Sumatera Barat, dengan harga di daerah lain yang menjadi sentral ayam petelur di Indonesia, termasuk Blitar, Medan dan Jakarta.

Menurut Haji Akmal, pe­netapan harga pakan ternak oleh pabrik ataupun distributor, memang cenderung berva­riatif. Karena itu para peternak sepakat, untuk mencari data har­ga yang paling akurat, seba­gai pe­doman atau acuan bagi mereka.
Bukan itu saja, para peter­nak berencana pula meng­undang pihak pabrik, untuk membuat kesepakatan pem­belian harga pakan. “Harus ada kesepakatan yang kita buat dengan pabrikan, terkait harga pakan ternak. Sehingga, harga tetap stabil, baik di kala telur mahal, ataupun saat harga telur anjlok,” tukuk drh Doddi.

Di samping persoalan pa­kan ternak, para peternak yang  menghadiri diskusi de­ngan “menunggangi” berbagai  jenis mobil mewah, mengaku masih kesulitan dalam men­dapatkan jagung untuk me­menuhi kebutuhan jutaan ekor ayam peliharaan mereka.

Berdasarkan estimasi para peternak,  saat ini di Sumatera Barat, terdapat sekitar 7,1 juta ekor ayam petelur (tidak ter­masuk ayam kampung dan ayam arab). Sebanyak 75 per­sen di antaranya, berada di Li­ma­puluh Kota dan Pay­a­kumbuh.

Sekitar 7,1 juta ekor ayam petelur itu, membutuhkan jagung sebanyak 354,5 ton per harinya. Kebutuhan ini, sam­pai sekarang, masih belum terpe­nuhi. Walaupun Dinas Tanaman Pangan dan Holti­kultura terus mengklaim, Sum­bar telah surplus jagung,” kata H Khazanatul Israr.

Kondisi ini pula yang mem­buat para peternak ayam pe­telur, berencana menemui Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno dan DPRD Sumbar di Padang. “Kita akan temui Gu­bernur dan DPRD, untuk de­ngar pendapat, terkait kebu­tuhan jagung yang belum ter­penuhi,” ujar Haji Khazanatul Israr  yang juga owner Cipen­dawa Group Payakumbuh.

Selain berencana meng­adukan persoalan jagung yang belum terpenuhi, para peter­nak ayam petelur, seba­gai­mana disampaikan Haji Akmal dan Haji Melfa Saukani, akan mengusulkan kepada Pem­prov Sumbar dan  DPRD Sum­bar, agar dapat mener­bitkan regulasi tentang standarisasi  harga jagung.

“Kita akan usulkan kepada Pemprov Sumbar dan DPRD Sumbar, agar membuat stan­darisasi harga jagung. Dengan pertimbangan, harga jagung Medan ditambah Lampung dibagi dua, dengan kadar air 17-18 persen. Sementara, buat teman-teman peternak, kita minta, agar ikut dalam usaha membudidayakan jagung,” ujar Haji Akmal dan Haji Melfa Saukani.

Rambah Pasar Jakarta
Menariknya, mesti sedang dipusingkan dengan harga pakan ternak yang semakin melangit dan kebutuhan ja­gung yang belum terpenuhi, para peternak ayam dari Ka­bupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, ternyata tidak kehilangan kreatifitas dan naluri bisnis.
Toh buktinya, sejak tiga bulan terakhir, sekitar delapan peternak, sudah mulai me­ngem­bangkan usaha ke Ibu Kota Jakarta, dengan mengi­rim tujuh truk telur setiap minggunya. Dimana masing-masing truk, bermuatan 108 ribu butir telur.

Delapan peternak yang mulai merambah pasar telur Jakarta itu adalah Haji Akmal, Haji Herman, Haji Zil, Yon Fitri, Risman dan Perdana Agusta atau Agung. Menurut Haji Akmal, pilihan mengem­bangkan bisnis telur ke Ibu­kota Jakarta, mereka lakukan, karena populasi ayam yang semakin banyak.
“Populasi ayam petelur, semakin banyak. Sementara, konsumsi telur di Sumbar, Riau dan Jambi, tidak meng­alami peningkatan yang signi­fikan. Sehingga, membuat kami ber­inisiatif membuka pasar telur sendiri,” kata Haji Akmal.

Rupanya, akses  yang dibu­ka para peternak ayam dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota ke Jakarta, cukup menge­jutkan pasar telur ibukota negara. Bahkan, saat peternak mengirim telur sekaligus, Ja­karta menjadi kebanjiran telur, sehingga harganya pun ikut anjlok.
Lantaran itu pula, peternak ayam dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang masih menjaga etika bisnis, meng­atur ritme pengiriman telur ke Jakarta.  Jika awalnya, sekali tiga hari, kini jadi sekali se­minggu. “Kami juga tidak ingin merusak pasar  telur di sana,” kata peternak ayam, meng­akhiri diskusi.

Sumber : www.padangekspres.co.id via http://www.pasarjagung.com/

Harga Jagung di Langkat Sumatera Utara 2.350 - 2.900 per Kg Sesuai Kualitas dan Kadar Air


LANGKAT – Produksi jagung petani Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditargetkan mencapai 184.666 ton pada 2013, meningkat sekitar 55.549 ton dari 2012. “Kami targetkan ada peningkatan produksi jagung pada 2013,” kata Kepala Dinas Pertanian Langkat Basrah Daulay di Stabat, hari ini.

Peningkatan yang direncanakan itu sekitar 55.549 ton dari 2012 sekitar 129.545 ton, katanya. Untuk itulah instansinya terus mendorong petani untuk menanam jagung, apalagi harga jual jagung yang cukup tinggi sekarang ini. “Karena harga jual jagung cukup tinggi kami dorong petani untuk menanam jagung,” ujarnya.

Apalagi harga jagung sekarang ini kisaran Rp 2.350 – Rp 2.900 per kilogramnya, sehingga sangat menguntungkan bila menanamnya. Basrah juga mengungkapkan bahwa sentra tanaman jagung terbesar untuk Langkat berada di kecamatan Sei Bingei, Stabat, Hinai.

Selain mendorong petani bertanam jagung, pihaknya juga mengusahakan berbagai bantuan untuk petani jagung melalui dana APBN, APBD provinsi maupun APBD kabupaten. Petani masih sangat membutuhkan corn sheller (mesin perontok jagung) bila ditaksir ada sekitar 773 unit lagi yang dibutuhkan.

Berdasarkan data yang ada m dari 1995 s/d 2012 bantuan yang diterima petani baru sekitar 78 unit, selain itu swadaya petani sendiri ada sekitar 49 unit, sehingga total corn sheller sekarang ada sekitar 127 unit dilapangan.

Secara keseluruhan jumlah kebutuhan corn sheller sekitar 900 unit, sehingga masih terdapat kekurangan lagi yang cukup besar, katanya. Basrah juga menjelaskan bahwa berbagai cara terus dilakukan instansinya untuk mempertahankan swasembada jagung ini diantaranya peningkatan optimalisasi penggunaan lahan, menghimba petani untuk tidak melakukan pengalihan fungsi lahan.

Memperbanyak alat mesin pertanian, mencari sumber air untuk menjad irigasi, serta meningkatkan SDM petani dan petugas melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, serta pembuatan petak-petak percontohan.
Sumber : www.waspada.co.id

Harga Jagung Basah Tembus Level 2.200 per Kg


Harga jagung hari ini , Selasa 23 Mei 2013 berada pada level 2.100/kg sampai 3.000/kg, tergantung dari kualitas biji dan kadar air.

Hari ini BNS membuka perdagangan jagung untuk pembelian lokal di gudang BNS Megawon jalan lingkar Kudus - Pati , kec. Jati Kudus.



Harga pembelian BNS ditetapkan berdasar kualitas biji dan Kadar Air :

- Kadar Air ( KA ) 17% harga 3.000/kg

- KA 18% harga 2.900/kg

- KA 19 % harga 2.800/kg

- KA 20% harga 2.700/kg

- KA 21% harga 2.600/kg

- KA 22% harga 2.500/kg

- KA 23% harga 2.400/kg

- KA 24% harga 2.300/kg

- KA 25% - 27% harga 2.200/kg

- KA 28 % - 30% harga 2.100/kg

 

Harga Jagung dengan kadar air diatas 17% menjadi semakin murah harganya, karena jagung tersebut harus diolah lagi dalam proses pengeringan/ penjemuran, sortir, dan pembersihan kotoran menggunakan mesin blower. Pengeringan dan pembersihan kotoran akan berakibat terjadinya penyusutan berat dan tambahan biaya pengolahan. Jadi adalah wajar jika jagung basah hanya mendapatkan harga rendah dalam perdagangan jagung.

Untuk pedagang pengepul atau petani jagung yang ingin menjual jagung kepada BNS Kudus bisa menghubungi pengurus gudang untuk mendapatkan keterangan yang diperlukan atau untuk mendapatkan petunjuk arah menuju lokasi gudang.
Pengurus BNS Kudus yang bisa dihubungi :

ibar - 0811277869


Pengiriman jagung dilayani sampai jam 20.00 wib setiap hari kerja. Hari Minggu Libur.

Pembayaran dilakukan secara tunai setelah proses bongkar muatan dan timbang.




REFERENSI :




Jagung Manis Varietas Talenta Dapat Dipanen Dalam Waktu 65 Hari Setelah Tanam

Jagung Manis .......
Siapa yang punya ...... ?

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan benih unggul jagung Indonesia masih dikuasai oleh perusahaan benih multinasional. Benih unggul nasional semakin dibutuhkan menghadapi sumber daya lahan yang semakin kritis di Indonesia. PT. Agri Makmur Pertiwi (AMP) merupakan perusahaan benih nasional yang telah rutin memproduksi benih-benih unggul untuk memenuhi kebutuhan petani lokal sekaligus menghadapi persaingan bisnis benih dengan perusahaan multinasional. Talenta merupakan salah satu benih unggul jagung manis produksi PT. AMP dengan keunggulan batang yang kokoh, tongkol yang muncul berkisar 2-4 dengan ukuran sama besar dan penampang daun lebar.

Badan Penelitian Tanaman Serealia (BALITSEREAL) Maros merupakan bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Departemen Pertanian yang rutin memproduksi benih unggul tanaman sereal, salah satunya adalah jagung. Jagung Provit A1 dan A2 merupakan jagung produksi Balitsereal Maros bekerja sama dengan CIMMYT yang memiliki keunggulan kandungan beta karotin 0,081 ppm ( Provit A1) dan 0,114 ppm (provit A2) serta potensi hasil tinggi yaitu 7,4 t/ha (provit A1) dan 8,8 t/ha (provit A2).

Dosen dan Peneliti UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. bersama Tim, bekerja sama dengan PT. Agri Makmur Pertiwi, Balitsereal Maros dan Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM sedang menyilangkan kedua varietas tersebut guna merakit bibit unggul jagung manis dengan kandungan beta karotin dan produktivitas tinggi.

Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. bersama Tim telah melakukan penanaman pendahuluan (uji adaptasi) Jagung Talenta di KP4 UGM yang ditanam pada tanggal 7 Maret 2013 dan dipanen pada tanggal 14 Mei 2013, sehingga umur panen jagung manis Talenta ± 65 hari setelah tanam.

Selasa, 14 Mei 2013 telah dilakukan pemanenan jagung manis Talenta di KP4 UGM dengan hasil 7,8 ton/Ha. Pemanenan dilakukan oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. bersama tim mahasiswa Laboratorium Genetika UGM dan staf lapangan KP4 UGM.
Penelitian ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya jaringan kerjasama yang meliputi Academic, Bussines, Community, and Goverment (ABCG) melalui penguatan peran dan fungsi KP4 UGM Yogyakarta.


Sumber berita :
Kebun Penelitian Pendidikan dan Pengembangan Pertanian KP4 UGM







Harga Jagung Ditentukan Oleh Kualitas Hasil Pasca Panen | SNI Jagung


Berapa harga jagung yang layak untuk hasil panen petani jagung Indonesia ?
Kita semua sebenarnya berharap agar jagung hasil produksi petanis di Indonesia mendapatkan harga bagus dan menguntungkan.
Sayangnya tidak banyak petani yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pengolahan pasca panen terhadap jagung hasil panen mereka. Hal ini berdampak pada harga jual yang rendah, karena jagung hasil panen yang masih basah ( Kadar air lebih dari 17% ) tidak memenuhi standar perdagangan jagung di Indonesia.

Perlunya Penanganan Pasca Panen
Umumnya produk hasil pertanian bersifat bulky (segar dan mudah rusak). Kerusakan hasil pertanian dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Kerusakan tersebut mengakibatkan penurunan mutu maupun susut berat karena rusak, memar, cacat dan lain-lain. 
Kelemahan lain dari hasil pertanian ini adalah biasanya bersifat musiman, sehingga tidak dapat tersedia sepanjang tahun.

Penanganan pasca panen merupakan salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut. 
Sebagai contoh banyak produk jagung di tingkat petani yang tidak terserap oleh industri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti : kadar air tinggi, rusaknya butiran jagung, warna butir tidak seragam, adanya butiran yang pecah serta kotoran lain yang menyebabkan rendahnya kualitas jagung yang dihasilkan. 
Jeleknya kualitas jagung ini menjadi alasan utama bagi industri pakan dalam melakukan import jagung dari negara lain. Import jagung akan menjadi blunder yang merugikan bagi petani jagung Indonesia< karena harga jagung lokal sudah pasti akan turun dengan melimpahnya impor jagung ke Indonesia.

Penanganan pasca panen secara garis besar dapat meningkatkan daya gunanya sehingga lebih bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Hal ini dapat ditempuh dengan cara bentuk asli maupun olahan sehingga dapat tersedia sepanjang waktu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik.

SNI JAGUNG
Persyaratan mutu jagung untuk perdagangan menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu persyaratan kualitatif dan persyaratan kuantitatif.

Persyaratan kualitatif Komoditi Jagung meliputi :
1. Produk harus terbebas dari hama dan penyakit.
2. Produk terbebas dari bau busuk maupun zat kimia lainnya (berupa asam).
3. Produk harus terbebas dari bahan dan sisa-sisa pupuk maupun pestisida.
 
Persyaratan kuantitatif Komoditi Jagung sesuai Standar Nasional Indonesia
 
No
Komponen Utama
Persyaratan Mutu (%Maks)
I
II
III
IV
1
Kadar Air
14
14
15
17
2
Butir Rusak
2
4
6
8
3
Butir Pecah
1
4
3
5
4
Butir Warna Lain
1
3
7
10
5
Kotoran
1
1
2
2


Referensi :
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Indonesia

Harga Jagung di Ngawi Beranjak Naik | update harga per 21 Mei 2013

Panen Jagung
Kabupaten Ngawi merupakan salah satu sentra budidaya tanaman jagung di wilayah Jawa Timur.
Luas tanam dan hasil panen jagung di Ngawi selalu bertambah dari tahun ke tahun.

Tahun 2012, luas tanam jagung di setiap musim tanam diperkirakan lebih dari 20.300 ha dengan hasil panen sebanyak 120.330 ton.

Sentra pertanian jagung kabupaten Ngawi terbanyak terdapat di Kecamatan Kendal dengan luas lahan 4.309 hektare, Karanganyar seluas 3.719 hektare, Kedunggalar seluas 2.417 hektare, dan Bringin seluas 1.256 hektare.


Satu hal yang patut disayangkan, banyak petani jagung di Ngawi yang menjual jagung hasil panen dalam kondisi masih basah. Kadar air masih berkisar pada 28% sampai 34%.
Petani dan pedagang pengepul jagung di Ngawi sangat sedikit yang mempunyai fasilitas jemur layak. Umumnya penjemuran hanya dilakukan dengan alas terpal atau anyaman bambu, sehingga hasil pengeringan jagung tidak efektif dan hasilnya juga tidak bisa maksimal.


Jagung dalam kondisi basah dari Ngawi, pada umumnya banyak dibeli oleh pedagang jagung dari daerah Jombang, Nganjuk, Kediri, Madiun, dan Sragen. 

Harga jagung basah dengan kadar air sekitar 30% di wilayah Sidolaju Ngawi, hari ini 21 Mei 2013 diperdagangkan pada harga 2.250 per kg, naik 150 dari harga perdagangan kemaren.
Kenaikan harga disebabkan oleh masuknya pembeli baru dari wilayah Semarang, Kudus dan Tuban , yang mulai memperluas wilayah pembeliah hingga ke daerah Ngawi. 

Untuk jagung dengan kadar air yang lebih rendah, BNS mendapatkan harga 2.850/ kg untuk jagung KA 23%, dan harga 2.950 untuk Jagung KA 21%.

BNS tidak bisa memperoleh jagung  dengan standar kadar air 17%, karena tidak adanya kebiasaan petani jagung untuk mengeringkan jagung hasil panen sampai pada standar sesuai SNI perdagangan jagung nasional Indonesia.





Sabtu, 18 Mei 2013

Harga Jagung di Beberapa Daerah Indonesia | update 18 Mei 2013

Seperti kondisi tahun lalu, kondisi  harga jagung nasional Indonesia kembali didera harga yang fluktuatif dan cenderung mengalami penurunan. Tekanan dari efek impor jagung dan musim panen raya di beberapa daerah cukup menyulitkan bagi petani dan pedagang jagung dalam menemukan harga yang bagus bagi petani dan konsumen.

Berikut ini harga jagung pipil di beberapa daerah sentra jagung Indonesia, untuk jagung pipil kering dengan kadar air 16% - 18%.
Update harga per 18 Mei 2013
1. Surabaya : 3.000 - 3.200

2. Banyuwangi : 2.959
3. Blitar : 3.100 - 3.300
4. Situbondo : 2.900
5. Tuban : 2.950 - 3.000
6. Bojonegoro : 3.000
7. Kudus : 3.100 - 3.200
8. Semarang : 3.200 - 3.300
9. Wonosari : 3.000
10. Jogja : 3.050 - 3.100
11. Madiun : 2.900 - 3.100
12. Caruban : 3.100
13. Bima : 2.750
14. Dompu : 2.650 - 2.800
15. Sumbawa : 2.600 - 2.700
16. Makasar : 2.900
17. Gorontalo : 2.800 - 3000
18. Pinrang : 2.650
19. Luwuk : 2.700
20. Palu : 3.000
















Jumat, 17 Mei 2013

Harga Jual Jagung BNS | 17 Mei 21013

Pengiriman Jagung ke Pontianak - dok.BNS Mei 2013
Harga Jual Jagung BNS untuk minggu ini :

1. Harga Pranko Gudang Pelabuhan Perak  Surabaya : Rp. 3.050,- per Kg

2. Harga Pranko Gudang Megawon, Kudus Jawa tengah : Rp. 3.120,- per Kg

Kontrol Kualitas Jagung - dok.BNS Mei 2013
Standar Jagung BNS :
- Kadar Air 16 - 17%

- Kadar Biji Mati maks. 2%
- Kadar Jamur maks. 1%
- Kadar Kotoran maks. 2%








BNS melayani penjualan dengan cara :
1. Pembeli mengambil sendiri jagung yang dipesan ke lokasi Gudang Surabaya atau Kudus
    - Pengadaan dan biaya tansport ditanggung oleh pembeli
2. Pembeli minta barang dikirim ke gudang yang tujuan ditunjuk oleh pembeli.
    - Biaya transport ditanggung oleh pembeli
    - Pengadaan armada transpot dibantu oleh BNS

Tester Kadar Air untuk mengontrol kadar air jagung hasil penjemuran- dok.BNS

3. Order minimal : 8 Ton
4. Pembayaran Tunai


















Untuk order pembelian bisa menghubungi : 
- 0246724106
- 0811277867
- 085866961168
Email : bns_indonesia@hotmail.com

Suplier Jagung Nasional Indonesia


REFERENSI HARGA JAGUNG :

1. Harga Jagung International 17 Mei 2013 hari ini turun 1,38% 

2. Update Harga Jagung Perdagangan Berjangka Nasdaq 

3. Corn Daily Price Index Mundi

4. Harga jagung Pedagangan Berjangka CBOT Time to Time Updates





  

Charoen Pokphand Menaikkan Harga Pakan Ternak

Last Updated on Thursday, 16 May 2013 02:00

Kiriman Jagung di CPI Semarang - dok.BNS Maret 2013
JAKARTA - Produsen pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menaikkan harga jual pakan ternak, menyusul tingginya harga bahan baku.
Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia,Tbk Mei Sian menjelaskan sepanjang kuartal pertama tahun 2013, kinerja perusahaan sedikit mengalami penurunan sebagai dampak dari kenaikan harga bahan baku. Kendati penjualan bersih tercatat meningkat di kuartal pertama tahun 2013 sebesar 15 persen, pendapatan operasional dan laba kotor tercatat mengalamai penurunan di kisaran 10 persen.
Mei menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok terjadi di akhir kuartal pertama dan kuartal keempat tahun 2012, hingga mencapai lebih dari 20 persen. Dampaknya, perusahaan menaikan harga jual sebesar 10 persen.
"Karena harga bahan baku di kuartal 1 2013 sudah turun, maka  kenaikan 10 persen harga jual kita sudah cukup membantu. Jadi walau terlihat penurunan kinerja di kuartal 1 2013 bagi kita itu masih baik, karena kenaikan harga bahan baku tidak serta merta saat itu juga kita naikan harga jual dengan persentase yang sama," kata Mei Sian, Rabu (15/5/2013).
"Karena harga bahan baku di kuartal 1 2013 sudah turun, maka  kenaikan 10 persen harga jual kita sudah cukup membantu. Jadi walau terlihat penurunan kinerja di kuartal 1 2013 bagi kita itu masih baik, karena kenaikan harga bahan baku tidak serta merta saat itu juga kita naikan harga jual dengan persentase yang sama," kata Mei Sian, Rabu (15/5/2013).
Mei Sian menegaskan, kenaikan harga bahan baku hampir 80 persen mempengaruhi ongkos produksi. Sejauh ini, Perseroan masih mengandalkan bahan baku impor sebesar 50 persen.
"Separuhnya lokal. Seperti jagung itu lokal, tapi di saat bukan musim, kita impor. Kalau kedelai 100 persen impor," ujar Mei Sian.
Dia pun memproyeksikan volume penjualan tahun ini naik 10 persen, diikuti kenaikan harga jual sebesar 5 persen. "Harapannya kita bisa membukukan revenue 15 persen tahun ini," kata Mei Sian. Adapun penjualan bersih Peseroan sepajang 2012 tumbuh 19 persen menjadi Rp21.311 miliar, dari posisi 2011 sebesar Rp17.958 miliar.
Dia menambahkan, market share pakan ayam sudah mencapai 35 persen, sedangkan makanan olahan melebihi 50 persen.
Sumber : www.kompas.com

REFERENSI HARGA PAKAN TERNAK :






IMPOR JAGUNG meningkat sampai 200%

Kementerian Pertanian merealisasikan impor jagung pada kuartal pertama 2013 mengalami lonjakan hingga 200% dibandingkan 2012. "Sepanjang tiga bulan pertama 2012, realisasi impor jagung sebanyak 260 ribu ton, periode tahun ini naik sebesar 520 ribu ton menjadi 780 ribu ton, melonjak hingga dua kali lipat," ujar Desianto Budi Utomo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GMPT). Kenaikan impor jagung pada kuartal pertama disebabkan rendahnya serapan bibit jagung sehingga produksi menurun. Selain itu standar tanaman jagung petani tidak sesuai dengan permintaan pabrik.

"Pada kuartal pertama, bibit jagung banyak yang kurang berkualitas sehingga hasil produksi menurun, standar tanaman jagung juga banyak yang tidak sesuai permintaan pabrik. Contohnya di Medan sekitar 30 persen hingga 40 persen jagung lokal ditolak karena berjamur," tuturnya Kamis (25/04/2013).

Pasokan lokal sangat kecil karena berbagai masalah. Selain kualitas, masalah fasilitas, industri serta distribusi harus segera dibenahi.

Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan pemerintah agar fokus mempertahankan swasembada jagung berkelanjutan. Produksi jagung yang hampir mencapai 20 juta ton per tahun seharusnya cukup memenuhi kebutuhan nasional. 

"Produksi surplus. Tapi saya kira produksi dalam negri masih harus ditambah karena permintaan juga meningkat," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, Kamis (25/4). 

Ia juga menyoroti proses pengeringan jagung yang kurang efisien. Jika proses ini tidak berjalan baik, maka bagian dalam jagung rentan keropos. Pemerintah disarankan untuk menyediakan mesin pengering jagung untuk melancarkan penanganan paska panen, terutama pada musim pengujan. Jagung yang keropos tidak baik untuk pakan ternak maupun ikan. 

Referensi Impor Jagung Indonesia :
1. Kebutuhan Impor jagung Melonjak 86.67%

2. Dalam 3 bulan awal 2013 sebanyak 741 Ribu Ton Jagung Impor sudah Masuk ke Indonesia

3. Layanan Impor Jagung Tanpa NPIK

4. Impor Jagung Pakan Berpotensi Turun ?

5. Impor jagung berdampak pada rendahnya harga jagung petani Indonesia

6. Impor Jagung Kian Menggunung

7. Produsen Pakan Ternak Pakai Jagung Impor

8. Limbah Jagung Masih Bisa Digunakan Untuk Pakan ternak

9. Anomali Impor Jagung