Selasa, 12 Februari 2013

Harga Jagung Turun Tipis | Update Harga Jagung Hari Ini Selasa 12 Februari 2013 - 09:39 wib

Harga Jagung minggu ini
benar-benar sedang panas seperti jagung bakar 
diatas tungku ..........
Sedap gurih tapi 
terlalu asin .....


Update 

Harga Beli Jagung BNS

Hari Selasa, 12 Februari 

2013 

= Rp. 2.550,- / KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%


KONDISI 
PERDAGANGAN JAGUNG MINGGU INI

Setelah mengalami sedikit kenaikan harga dari $7.0900 US per bushel menjadi $7.1090 US pada penutupan perdagangan kemaren, hari ini harga jagung kembali mengalami penurunan sampai level $7.0225 ( turun -6.65 point ). Penurunan ini dipicu oleh pembeli-pembeli besar yang masih enggan menganjukan penawaran di pasar perdagangan jagung dan melimpahnya panen Amerika Serikat yang surplus sampai 45 juta ton.

Harga jagung di tingkat lokal Indonesia juga masih terpengaruh sentimen pasar sehingga melemahkan harga jagung di tingkat petani. Jagung pipilan kering hari ini diperdagangkan pada level 2.500 - 2.700 per Kg untuk jagung pipilan kering KA 17%.

HARGA JAGUNG INTERNASIONAL
Update Hari SELASA 12 Februari 2013 09:39 wib 
= $7.0225 per bushel


ATAU 
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.668,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 15.5%

ATAU
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.500,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%
sumber data : QUOTE CORN diolah oleh Bahtera Niaga Santoso 
Asumsi dasar : 1 bushel = 25,425 Kg jagung pipilan kering KA 15.5% 
dan Nilai Kurs Tengah $1 = Rp. 9.660,-


Harga Beli BNS :
= Rp. 2.550,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%


REFERENSI HARGA JAGUNG - UP DATE  11 - 12 Februari 2013 :





















Senin, 11 Februari 2013

Update Harga Jagung Hari ini | Senen 11 Februari 2013 08:13 wib


Belum ada tanda-tanda 
kenaikan untuk harga jagung pipilan kering



Update 

Harga Beli Jagung BNS

Hari Senen, 11 Februari 

2013 

= Rp. 2.550,- / KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%


KONDISI 
PERDAGANGAN JAGUNG MINGGU INI

Harga jagung di beberapa daerah Indonesia berbeda-beda satu sama lain.
Hari ini harga berkisar antara 2.500 sampai 2.700 per Kg untuk jagung pipilan kering dengan Kadar Air 17%.
Harga belum mengalami kenaikan. 


HARGA JAGUNG INTERNASIONAL
Update Hari SENEN 11 Februari 2013 09:13 wib 
= $7.0900 per bushel


ATAU 
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.693,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 15.5%

ATAU
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.500,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%
sumber data : QUOTE CORN diolah oleh Bahtera Niaga Santoso 
Asumsi dasar : 1 bushel = 25,425 Kg jagung pipilan kering KA 15.5% 
dan Nilai Kurs Tengah $1 = Rp. 9.660,-


Harga Beli BNS :
= Rp. 2.550,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%


REFERENSI HARGA JAGUNG - UP DATE  8 - 9 Februari 2013 :















Sabtu, 09 Februari 2013

Update Harga Jagung Hari Ini | Sabtu 09 Februari 2013 13.33 wib

Bagaimana ini ?
HARGA JAGUNG CENDERUNG  TURUN DAN
 TURUN TERUS



Update 
Harga Beli Jagung BNS
Hari Sabtu, 9 Februari 2013 
= Rp. 2.550,- / Kg
untuk jagung pipilan kering KA 17%


KONDISI 
PERDAGANGAN JAGUNG MINGGU INI
Mengapa harga jagung cenderung turun dan turus terus ?
Penyebab utama adalah karena perusahaan besar pembeli jagung telah melakukan pembelian impor pada akhir Januari 2013. Pembelian impor tersebut memberi rasa aman pada persediaan jagung bagi perusahaan pengimpor. 
Dengan persediaan yang aman bagi produksinya, saat ini banyak perusahaan besar yang mengurangi dan bahkan menunda pembelian terhadap jagung produksi lokal. Mereka sengaja menunggu sampai level harga akan jatuh entah pada harga berapa per kilogram.

Permasalahannya, Petani jagung merasa berat bila harus menunda penjualan dan menunggu harga kembali naik. Kondisi seperti ini tampaknya tidak akan mampu diatasi oleh petani. 

Petani sangat berharap agar pemerintah bersedia mengeluarkan regulasi Harga Referensi Jagung Nasional atau Daerah ( HRJN atau HRJD ) agar petani merasa aman ketika memulai menanam jagung dan luasan tanaman jagung dimungkinkan bisa bertambah.

Dalam satu minggu terakhir ini harga jagung bergerak turun dari Rp. 2.900,- per Kg menjadi 2.800  ... 2.700 ......2.600 ... bahkan kini di beberapa wilayah panen hanya 2.500 per Kg untuk jagung pipilan kering KA 17%.

APAKAH HARGA JAGUNG AKAN TERUS TURUN ?
Hasil analisa BNS menunjukkan bahwa minggu depan harga jagung pipilan kering KA 17% masih akan mengalami penurunan sampai level 2.400 per Kg


HARGA JAGUNG INTERNASIONAL
Update Hari sabtu 9 Februari 2013 13:33 wib 
= $7.0900 per bushel


ATAU 
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.693,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 15.5%

ATAU
HARGA INTERNATIONAL
= Rp. 2.500,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%
sumber data : QUOTE CORN diolah oleh Bahtera Niaga Santoso 
Asumsi dasar : 1 bushel = 25,425 Kg jagung pipilan kering KA 15.5% 
dan Nilai Kurs Tengah $1 = Rp. 9.660,-


Harga Beli BNS :
= Rp. 2.550,- per KG
untuk jagung pipilan kering KA 17%


REFERENSI HARGA JAGUNG - UP DATE  8 - 9 Februari 2013 :








Harga Jagung di Demak juga mengalami penurunan

Setiap Hari Turun Harga,
apa yang harus dilakukan 
oleh Petani 
dan pedagang jagung  ?

DEMAK- Harga jagung di tingkat petani terus menerus turun memasuki musim panen raya saat ini. Sejumlah petani jagung mengaku mengeluhkan turunnya harga.  Sunarti (41) petani asal Desa Kalitengah Kecamatan Mranggen mengemukakan,  harga jagung sekarang berada di kisaran Rp 2.600 per kilogram. “Harga itu pun diperkirakan masih bisa anjlok lagi. Kalau  terus-terusan turun petani tentu tidak akan bisa menikmati keuntungan,” keluhnya, belum lama ini. 

Disebutkannya,  panen jagung baru memasuki hitungan hari, namun harganya terus menerus turun. Awal panen beberapa hari lalu, harga jagung masih diatas Rp 3.000 per kilogram. Kemudian turun menjadi Rp 2.900, dan Rp 2.600 per kilogram.  Sunarti sempat berharap bisa merasakan keuntungan dengan menanam jagung musim tanam (MT) III.

Abdullah, petani lainnya mengemukakan menanam jagung di hamparan sekitar 2.000 m2. Dia pun mengaku terkejut dengan perkembangan harga jagung yang terus turun.  Ayah tiga anak itu masih menunggu dua hari lagi untuk bisa memetik hasil panen. Namun melihat perkembangan harga jagung, dirinya khawatir harga semakin anjlok dibawah angka Rp 2000 per kilogram.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Demak, Wiwin Edi Widodo mengemukakan petani di Kabupaten Demak memasuki musim panen raya jagung. Hal itu kemungkinan yang menjadikan harga jagung terus turun. Dia menyebutkan sedikitnya petani di tiga kecamatan, yaitu Guntur, Mranggen dan Karangawen mulai panen besar-besaran. Hamparan lahan jagung seluas 18.000 hektare , separuh diantaranya berada di tempat itu.  Produktivitas hasil pertanian jagung, sekaligus bisa mencapai 7,3 ton per hektare.  Kondisi ini diperkirakan yang membuat harga panen petani menjadi murah.
(Sumber : semarangNetwork H41/SMNetwork/tab)
Share this article :

Petani Jagung PROTES atas masuknya jagung impor

Add caption


AYO KITA 

STOP IMPOR
 KOMODITI PANGAN

MEDAN - Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagin) Sumatera Utara Jemaat Sebayang mendatangi Gedung Kantor DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol Medan. Uniknya, dia mengayuh sepeda Chinanya sepanjang 50 kilometer (km). Kedatangan Jemaat ke Gedung DPRD Sumut ini untuk meminta para wakil rakyat Sumut ikut andil dalam mengatasi persoalan yang selama ini telah memojokkan petani. Menurut Jemaat, petani jagung selama ini mengalami ironi yang seolah tak memiliki jalan keluar.

Kurang berpihaknya pemerintah pada petani jagung selama ini, diakuinya telah membuat banyak petani jagung di sejumlah daerah di Sumut beralih fungsi menjadi tanaman keras yang kurang menguntungkan. Belum lagi keberadaan jagung impor yang seolah dibiarkan pemerintah sehingga harga jual jagung petani tertekan ke titik terendah.

"Saya ingin menjumpai wakil rakyat. Saya memaksakan diri untuk turun gunung agar para wakil rakyat ini sadar kalau kami petani jagung sudah benar-benar terhimpit. Saya rasa kami sudah cukup letih berteriak. Tapi seolah terus dibiarkan," jelasnya Kamis (7/2/2013).

"Biar wakil rakyat ini tahu, jika Sumatera Utara ini salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Tapi nyatanya kami belum kunjung sejahtera, dan terus terpojok dengan kebijakan pemerintah yang membiarkan impor jagung. Alasannya selalu karena produksi yang tidak berkelanjutan," tambahnya.

Jemaat menyebut, saat ini, produksi jagungnya 1,2 juta ton per tahun dengan kebutuhan 1,5 juta ton jagung per tahun. Menanggapi kekurangan ini, pihaknya sudah minta agar lahan tidur yang ada diserahkan pada petani agar target produksi dapat diraih.

"Namun yang kami dapat justru kedatangan jagung impor. Kami mau mengintensifkan pertanian, pupuk malah langka akibat mafia pupuk yang terlihat sangat jelas tapi seolah dibiarkan pemerintah. Jadi serba salah," tambahnya.

Jemaat mengaku, secara kualitas, jagung lokal tak kalah saing dengan jagung impor. Namun, pengusaha pakan ternak dan pengusaha pengguna produk jagung lainnya enggan membeli produk jagung lokal karena harga yang lebih tinggi.

"Jagung kita lebih bagus dari jagung impor tapi untuk menekan biaya produksi pengusaha lebih memilih jagung impor karena lebih murah. Pemerintah juga tidak berusaha untuk membatasi impor jagung ini. Mahalnya harga jagung lokal ini sebenarnya bisa diatasi kalau pemerintah  mau turun tangan secara sungguh-sungguh untuk menekan biaya logistik dengan membangun infrastruktur dan menjamin pupuk," cetusnya.

Namun sangat disayangkan, aksi turun Gunung Jemaat ini justru menghasilkan kekecewaan. Jemaat yang telah bersepeda seharian, tidak ditanggapi satu unsur pimpinan dewan maupun anggota komisi B DPRD Sumut. Jemaat pun akhirnya pulang dengan tangan kosong. (sumber :  economy.okezone.com)

Kamis, 07 Februari 2013

SEMUA NEGARA BUTUH PANGAN | Pemerintah Harus Lebih Serius Dalam Mengelola Politik Pangan Indonesia

JANGAN MAIN MAIN DENGAN URUSAN 
POLITIK PANGAN
SEMUA NEGARA BUTUH PANGAN


Jakarta - Kalangan pengusaha menilai pemerintah belum becus mengurusi persoalan pangan, karena sampai saat ini belum ada perbaikan. Masalah klasik kurangnya produksi pangan terus terjadi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur mengatakan, masalah pangan saat ini berkutat di situ-situ saja dan tak ada perbaikan.

"Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terlalu percaya diri dalam mengelola manajemen pangan nasional, di mana persoalan klasik pangan kita seperti masalah dalam produksi, distribusi dan perdagangannya setiap tahunnya masih saja berkutat dengan masalah yang sama," ujar Natsir dalam pernyataannya, Selasa (5/2/2013).

Kementan dan Kemendag, kata Natsir, sudah banyak memiliki jurus untuk menangani masalah tersebut, namun kenyataannya jurus-jurus pemerintah tersebut tak kunjung menyelesaikan persoalan. Sehingga, kalangan pengusaha mengimbau pemerintah berkoordinasi lebih baik lagi dengan para pengusaha terkait.

Adapun persoalan klasik pangan nasional yang bermasalah setiap tahun khususnya pangan strategis itu antara lain gula, daging, beras, jagung, kedeleai, bawang, dan pangan lainnya merupakan ritual tahun yang sulit ditangani pemerintah. Menurut Natsir, hal itu terjadi karena selama ini pemerintah tidak mempunyai perencanaan jangka panjang, menangani masalah secara ad hoc dan tidak mempunyai penunjang logistik pangan. 

"Selain itu, perhitungan cadangan pangan konvensional karena tidak mempunyai silo (penyimpanan) pangan tiap daerah, sehingga rawan terhadap kekurangan dan harga pangan yang tinggi," paparnya.

Natsir yakin Kemendag dan Kementan memahami pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi perlu ditunjang dengan kebutuhan pangan nasional, sehingga pertumbuhan tinggi produksi pangan juga harus tinggi. "Jangan lambat produksinya. Jangan produksi lambat, distribusi dan perdagangannya ikut lambat juga," tegas Natsir.

Jika hal tersebut terus bermasalah, lanjut Natsir, rakyat yang akan menanggung beban sebagai akibat dari kebijakan Kementan dan Kemendag yang salah diagnosa. "Urusan politik pangan nasional tidak boleh main-main karena semua negara butuh pangan," ucapnya.

Natsir menyayangkan swasembada pangan yang selalu meleset. Pihaknya juga menilai perlunya sanksi atas kegagalan mengatasi pangan dengan mengurangi anggaran Kementerian oleh pihak legislatif.

"Indonesia selalu mau swasembada pangan, tapi sayang perencanaan swasembada pangan selalu meleset. Jika Kemendag dan Kementan salah mengurus pangan nasional, selayaknya DPR memberikan punishment (sanksi) dengan mengurangi anggaran kedua kementerian tersebut, karena urusan pangan tidak boleh main-main," tandasnya.

sumber: detikfinance.com(dnl/ang) 

Benarkah Ada Praktek Kartel Yang mengendalikan Harga Komoditas Pangan di Dalam Negeri ?

Add caption

SIAPA KARTEL BESAR YANG TELAH MENGENDALIKAN HARGA KOMODITAS PANGAN DI INDONESIA ?


Jakarta - Sebagian besar produk pangan seperti kedelai, beras, gula, jagung dan daging mengalami tren peningkatan harga yang terus meningkat hingga 100% terhitung sejak 2009 hingga 2012. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengendus ada praktek kartel karena kenaikan harga yang tidak normal.

"Perusahaan diduga melakukan kartel sudah diketahui. Mengapa pemerintah tidak bertindak?" tanya Ketua LP3E Kadin Indonesia Ina Primiana saat berdiskusi dengan media di Gedung Kadin Kuningan Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Ini menjelaskan harga komoditas pangan meningkat hingga 100% terhitung dari tahun 2009-2012. Baginya ini keuntungan luar biasa. Bayangkan saja impor Indonesia atas bahan pangan saat ini mencapai Rp 90 triliun dan keuntungan importir 15-30%.

"Barang impor jauh lebih murah dari barang lokal. Jadi ada ketidakefisienan pada rantai pasokan," katanya.

Petani Tidak Mampu Mempertahankan Harga Jagung | Harga Rata-Rata disemua daerah Rp. 2.600,-/Kg


JAGUNG DI BANYUMAS TURUN HARGA 
MENJADI Rp. 2.600,- per KG

BANYUMAS, 07 Februari 2013 - Harga jagung di tingkat petani saat sekarang anjlok. Sebelumnya petani jagung Banyumas mampu menjual Rp 3.800/kg tapi kini turun menjadi Rp 2.600/kg. Penurunan ini disebabkan melimpahnya pasokan seiring memasuki masa penen jagung. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya jagung impor yang masuk ke pasar domestik.
Petani jagung di Kecamatan Kembaran, Darmanto menuturkan, saat ini sejumlah wilayah di eks Karesidenan Banyumas maupun luar daerah sedang memasuki panen jagung, seperti Cilacap, yogyakarta serta daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat. "Melimpahnya produksi jagung mengakibatkan harga turun. Harga turun sudah terjadi sejak sepekan lalu," tuturnya.
Dia menambahkan, kondisi ini mengakibatkan petani tidak bisa mengais keuntungan dari hasil panen jagung. Apalagi biaya produksi yang telah dikeluarkan cukup tinggi.
Untuk tanaman seluas 700 meter persegi, sambung dia, mengeluarkan biaya produksi sampai sekitar Rp 700 ribu - Rp 1 juta. Sementara panen jagung yang dihasilkan mencapai 3 kuintal. "Petani tidak bisa mendapat keuntungan banyak karena harganya turun," ujar Darmanto.
Ketua Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) wilayah Banyumas, Gembong Hardiat Nugroho mengungkapkan, selain produksi jagung domestik melimpah, kini banyak jagung impor yang masuk ke Indonesia. "Jagung dari Amerika dan India sudah banyak yang beredar di Indonesia. Kondisi ini jelas membut harga jagung lokal turun," katanya.
Dia menambahkan, seharusnya pemerintah membatasi impor jagung disaat petani di daerah sedang memasuki masa panen. "Sampai saat ini impor jagung belum dibatasi sehingga mengakibatkan petani lokal merugi," tuturnya.
( sumber : suaramerdeka.com )